Hukum Menggoreng Hewan Laut dalam Keadaan Hidup-hidup, Tunggu Balasan Allah SWT!

Namun bukan sembarang mukba beberapa orang rela menyantap makanan aneh seperti hewan hidup-hidup demi sebuah sensasi di media sosial seperti yang dilakukan youtuber yang satu ini banyak sekali menyayangkan hal tersebut tak terkecuali muslim di dunia

Apakah Memang boleh mengonsumsi makanan hidup-hidup tonton video ini hingga akhir agar tidak sesat kamu suka nonton mukbang adalah semakin besar pastinya ngiler kan melihat sopan lebih sopan yang masuk di mulut parah vulgar ndak bagi penggemar acara mukban atau makan besar pasti sudah tak asing dengan YouTubers Oyo yang berasal dari Korea Selatan wanita memiliki 3,4 juta penggemar ini cukup terkenal di YouTube  karena sering menyantap seafood mentah yang masih hidup

Namun sayang seribu saya popularitasnya semakin tercoreng karena ia dengan nekatnya menyajikan content yang rasanya enggak banget tada hewan sifat lain Sonya the banget untuk memakan seekor gurita dengan lahap di depan kamera Namun bukan nyanyilah sedangkan malah dibuat geram olehnya sebab Logger ini dianggap sudah menyiksa serta membunuh hewan sebelum ia memakannya para netizen dan subscriber nyatuin Tak habis pikir Bagaimana mungkin konteks seperti ini bisa ditayangkan oleh pihak YouTube berbagai komentar pedas saat itu menghiasi kolom komentar Soyu dan bahkan muncul

Banyak reaksi dari folder lainnya apalagi bagi sebagian orang memakan hewan hidup hidup menjadi aksi ya enggak bagaikan tak hanya soyo jika kita ini dikenal YouTube ada banyak sekali para pecinta seafood yang dengan bangganya mewariskan sifat mentah yang mereka santap seolah-olah makan gurita mentah adalah hal yang wajar di tempat mereka lucunya beberapa komentar malah merasa geli dan tak ingin mencobanya karena alasan kesehatan

Tangannya gurita ikan purba nyak jadi incaran para pecinta kuliner lihat aja live sashimi yang disajikan dengan beberapa garnish meski sekilas terlihat menggoda namun jika diperhatikan lebih dekat ikan tersebut masih bergoyang-goyang artinya ikan ini memang diolah dalam keadaan Hidup tak hanya memakannya hidup-hidup terkadang kita pun melihat bagaimana ikan disajikan entah itu dimasak atau digoreng dalam keadaan hidup ternyata hal ini juga menuai kontroversi dari kalangan ulama

Sebagai umat muslim selama ini Terkadang yang kita pahami dalam menikmati santapan hanya persoalan halal haramnya saja kan jika itu babi alkohol dan hewan bertaring maka otak kita otomatis akan memberikan alarm untuk menghindari makanan tersebut tapi ternyata gak cuman itu aja yang termasuk kriteria halal dan menyantap makanan sejatinya

Merupakan suatu mekanisme atau tuntutan untuk mendapatkan hal yang toik dapat dikonsumsi manusia jadi selain halal makanan tersebut harusnya sudah masuk dalam level Toyib termasuk dalam menyajikan Hewan seperti ikan cumi kepiting dan lain sebagainya di meja makan kita dalam kitab kasyifatus saja karya Syeikh Nawawi al-bantani dijabarkan bahwa sejatinya menggoreng ikan atau seafood dalam keadaan hidup dihukumi boleh bla juga menyebutkan bahwa diperbolehkan juga menelan ikan tersebut apabila ukurannya kecil bolehnya

Hukum tersebut juga menjadi dan dengan termaafkan nya najis yang ada di dalam perut ikan tersebut Jadi kalau ada yang agar memakan ikannya terlebih dahulu atau ingin membungkusnya hidup-hidup untuk dijadikan pepesan hal itu menjadi halal dan dihukumi boleh meski begitu berdasarkan pendapat ulama beraliran hanafiyah dan malikiyah dalam kitab Al mausu’ah Azkia

Menggoreng ikan dalam keadaan hidup tak diperbolehkan terdapat unsur-unsur yang menyebabkan adanya larangan menggoreng ikan dalam keadaan hidup alasannya menggoreng ikan dalam keadaan hidup masuk dalam kategori menyakiti hewan sedangkan menyakiti hewan dalam Islam tidak diperkenankan alias pilar para ulama kedua aliran mazhab ini juga berpendapat bahwa Apabila seseorang hendak menggoreng ikan dianjurkan untuk menunggunya hingga mati terlebih dahulu jadi sabar dulu ya tunggu sampai ikannya mati dulu

Para ulama tersebut berpendapat bahwa jika ikannya masih hidup maka umat muslim tak boleh mengkonsumsinya sebelum ikan tersebut mati dengan sendirinya atau sengaja dimatikan Adapun pendapat ulama Hanafiah menilai apabila terdapat seorang yang memakan ikan yang digoreng nya dalam keadaan hidup maka hukum memakannya adalah makruh degan dikenal dalam Islam sebagai hewan yang halal dikonsumsi bahkan sekalipun bangkainya

Bagaikan ini bahkan telah terbukti secara ilmiah tidak mengganggu aktivitas kerja tubuh manusia sama sekali berdasarkan rangkuman beberapa literatur sains dan Islam kita diperbolehkan memakai bangkai ikan tanah iklan sejatinya tidak memiliki Pembuluh darah yang menyebabkan mengidapnya darah tersebut apabila organ tubuhnya tak berfungsi artinya dalam keadaan mati pun ikan layak dan aman untuk dikonsumsi apalagi air laut pun merupakan wadah yang dapat menjadi pengawet alami bagi tubuh ikan dengan kadar garam yang tinggi bahkan ikan yang mati di laut kerap segar dan tahan lama

Keseluruhan kadar protein dalam tubuh ikan meski begitu Bukan berarti Islam tak mengatur bagaimana mengonsumsi ikan dengan baik mulai dari cara menggorengnya tadi saja Islam mengaturnya dengan sangat detail meski terdapat perbedaan pendapat dalam Khazanah fiqh Islam alangkah baiknya kita dapat mengonsumsi ikan tanpa perlu menyakitinya Islam meletakkan kaidah-kaidah Bagaimana bersikap yang adil dan layak kepada binatang

Mereka juga memiliki hak yang sama seperti makhluk Allah yang lain hak untuk hidup dan eksis sebagai bagian tak terpisahkan dari alam semesta termasuk hak mendapatkan perlakuan baik apalagi Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam mengajarkan umat muslim untuk selalu bersikap baik Tak hanya kepada manusia namun cegah hewan etika-etika tersebut secara langsung dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam keteladanan yang ditunjukkan Rasulullah mendobrak tradisi yang berlaku di masyarakat Arab jahiliyah

Memangnya kenapa Iya dulu mayoritas ke arah di masa itu terkenal dengan kebengisan dan banyak saat berlebihan terhadap hewan seperti banyak dikisahkan dalam buku sejarah Arab kuno mereka kerap memasang cincin di leher unta mencabuti bulu dan memotong ekor Bahkan tak jarang mereka mengambil daging atau bagian tertentu dari tubuh hewan untuk dimasak tidak akan itu berlangsung saat hewan dalam kondisi hidup dan sadar Rasulullah pun melarang perilaku buruk mereka rambu-rambu itu terus disampaikan Rasulullah kepada para sahabat nabi Shallallahu Alaihi Wasallam

Menasihati mereka agar bersikap lembut dan bertimbang rasa bahkan saat hendak menyembelih hewan Islam mengajarkan proses penyembelihan berlangsung dengan cepat dan tidak menyakitkan kali ini bisa ditempuh dengan menyembelih disekitar leher tepatnya di saluran nafas mempertajam pisau dan tidak memperlihatkan pengesahan alat pemotong itu di depan hewan yang hendak disembelih hal ini sebagaimana hadits yang diriwayatkan Imam Ahmad Nasa’i dan Tirmidzi Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda inallahha Azza wajalla kabalin sana Alex kulli syai-in Faiza qotaltum fahsin Oke atlet Korea Za Za bachtum taah Shino azimat ahli uh ibdah ahadukum safra tahu wahyi zombie hatahon yang artinya sesungguhnya Allah mewajibkan untuk berbuat baik terhadap segala sesuatu apabila kalian hendak mematikan binatang maka

Matikanlah dengan cara yang baik apabila kalian menyembelih sembelihlah dengan cara yang baik hendaklah kalian menajamkan pisaunya dan mengistirahatkan sembelihannya Rosulullah melarang pula membunuh hewan tanpa alasan yang jelas larangan ini terlihat jelas di sebuah riwayat hadits itu menegaskan bahwa barangsiapa membunuh Pinata walaupun hanya seekor burung pipit atau binatang yang lebih kecil tanpa Maksud jelas maka

Allah SWT akan meminta pertanggungjawaban sang pelakon kasih sayang kepada hewan yang hendak kita konsumsi pun menjadi Yang Tersendiri Bukankah akan menjadi lebih baik apabila kita mengkonsumsi ikan dengan cara dimasak dimaksud dengan baik tanpa perlu menyakiti hewannya tidak demikian sebagai umat Islam kita juga perlu menghargai pendapat pendapat berbeda yang memulihkan berlaku tersebut apalagi

Para ulama memiliki kapasitas ilmu dan keahlian di atas rata-rata manusia pada umumnya jadi memang alangkah baiknya perbedaan pendapat dalam menghukumi suatu hukum tertentu bukan justru dijadikan ajang pembelaan atau aja menghakimi satu sama lain namun justru dapat dijadikan momentum memperkaya Khazanah keislaman yang sangat luas sobat menerima tenaga Anda mengonsumsi hewan hidup-hidup

Leave a reply "Hukum Menggoreng Hewan Laut dalam Keadaan Hidup-hidup, Tunggu Balasan Allah SWT!"

Author: 
author