Suami Janganlah Pelit, Sebab Beberapa Harta Suami Merupakan Rezeki Istri Dari Allah SWT

Didalam ajaran Islam telah mengatur peran dan tanggung jawab masing-masing di dalam keluarga. Keluarga dibentuk atas dasar keimanan. Suami dan istri memiliki peran yang saling melengkapi.

Salah satu kewajiban suami, yakni memberi nafkah kepada keluarganya. Baik nafkah lahir berupa materi dan nafkah batin.

Allah SWT dalam surah Al-Baqarah ayat 233 berfirman “…Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara yang mkruf. Seseorang tidak dibebani melainkan sesuai kadar kesanggupanya…”

Dalam ayat lain Allah berfirman “…Dan karena mereka laki-laki telah menafkahkan sebagian dari harta mereka…” QS an-Nisaa 4:34

Semakin suami pelit memberi uang kepada istri semakin sempit pula rezeki suami.

Percaya ngak percaya, sudah banyak buktinya.

Maka jangan heran kalau rezeki cuma segitu-segitu aja, sama istri aja pelit sih!

Pergunakanlah hartamu sebaik mungkin dan berbagilah karena berbagi tak pernah rugi, dengan berbagi kita akan mendapatkan keuntungan yang berlipat lipat.

Begitu juga untuk para suami, jangan pelit sama istri kalau mau rezekimu lancar terus. Karena menafkahi anak istri juga salah satu bentuk jihad di jalan Allah dan mendatangkan banyak rezeki.

Keutamaan suami yang menafkahi keluarganya juga sangat besar. Dalam hadis riwayat Imam Tirmidzi, Rasulullah SAW bersabda, “Sebaik-baik kamu ialah yang paling baik terhadap istrinya.”

Anda Harus sadar, pernikahan adalah awal dari terbukanya pintu rezeki.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ثَلَاثَةٌ كُلُّهُمْ حَقٌّ عَلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ عَوْنُهُ الْمُجَاهِدُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَالنَّاكِحُ الَّذِي يُرِيدُ الْعَفَافَ وَالْمُكَاتَبُ الَّذِي يُرِيدُ الْأَدَاءَ

Ada tiga orang yang akan mendapatkan pertolongan Allah:
(1) orang yang berjihad di jalan Allah,
(2) orang yang menikah demi menjaga kesucian dirinya,
(3) budak mukatab yang ingin membebaskan dirinya.” (HR. An-Nasa’i, no. 3218; Tirmidzi, no. 1655; Ibnu Majah, no. 2518. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan).

Rezekinya anda dijamin pula oleh Allah jika ia rajin menafkahi dan tak pelit pada istri dan anaknya.
Hal ini serupa seperti yang disebutkan dalam ayat Al Qur’an,

قُلْ إِنَّ رَبِّي يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَيَقْدِرُ لَهُ وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ

Katakanlah: “Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya).”
Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rezki yang sebaik-baiknya.” (QS. Saba’: 39).

Begitu juga sebaliknya, jika anda pelit memberi nafkah maka malaikat akan medoakan kebangkrutan bagi Anda.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا مِنْ يَوْمٍ يُصْبِحُ الْعِبَادُ فِيهِ إِلاَّ مَلَكَانِ يَنْزِلاَنِ فَيَقُولُ أَحَدُهُمَا اللَّهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا ، وَيَقُولُ الآخَرُ اللَّهُمَّ أَعْطِ مُمْسِكًا تَلَفًا

Ketika hamba berada di setiap pagi, ada dua malaikat yang turun dan berdoa, “Ya Allah berikanlah ganti pada yang gemar berinfak (rajin memberi nafkah pada keluarga
Malaikat yang lain berdoa, Ya Allah, berikanlah kebangkrutan bagi yang enggan bersedekah memberi nafkah HR. Bukhari, no. 1442; Muslim, no. 1010

Dalam hadits qudsi dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,

قَالَ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى يَا ابْنَ آدَمَ أَنْفِقْ أُنْفِقْ عَلَيْكَ

Allah Tabaraka wa Ta’ala berfirman: Wahai anak Adam, berinfaklah, Allah akan mengganti infakmu.HR. Bukhari, no. 4684; Muslim, no. 993

Sebagaimana disebutkan oleh Imam Nawawi rahimahullah ketika menjelaskan hadits doa malaikat di atas,

Para ulama menyatakan bahwa infak yang dimaksud adalah infak dalam ketaatan, infak untuk menunjukkan akhlak yang mulia, infak pada keluarga, infak pada orang-orang yang lemah, serta lainnya. Selama infak tersebut tidaklah berlebihan, alias boros. Syarh Shahih Muslim, 7: 87

Demikian, Semoga Allah memberi keberkahan dalam pernikahan Anda dengan tidak pelit memberi nafkah.

Leave a reply "Suami Janganlah Pelit, Sebab Beberapa Harta Suami Merupakan Rezeki Istri Dari Allah SWT"

Author: 
author