Perjuangan Ayah Memulung Sambil Asuh Anak, Kasih Susu di Trotoar, Walau Berat Tetap Berjuang Demi Menyambung Hidup

Peran ayah dalam keluarga tidak hanya sebagai tulang punggung, tetapi juga sebagai pengayom dalam keluarga. Seorang ayah yang memiliki sosok kuat dan baik mempunyai pengaruh cukup besar dalam kehidupan seorang anak

Tidak hanya ibu, seorang ayah juga ingin memberikan kasih sayang kepada anak-anaknya. Hanya saja caranya yang memang berbeda.

Ayah akan bekerja untuk mendapatkan penghasilan sehingga bisa digunakan untuk membiayai kehidupan keluarga, termasuk anaknya.

Seorang ayah adalah sebagai sosok pelindung dan pemberi contoh bagi anak.

Figur ayah sangat penting dalam keluarga, karena ayah berperan sebagai pemberi nafkah, pemimpin, pelindung dan pendidik keterampilan anak sebagai seorang pemberi contoh,” ujar Kasandra dikutip Antara, Jumat (12/11/2021).

Menjelaskan ada perbedaan dampak psikologis antara anak yang dekat dengan ayah dan yang tidak. Dalam penjelasannya, anak yang tidak dekat dengan sosok ayahnya akan mengalami krisis identitas.

“Salah satu dampak buruk yang terjadi akibat karena tidak ada kehadiran ayah dalam kehidupan anak adalah terjadinya krisi identitas dan perkembangan seksual anak,” ujarnya.

Selain krisis identitas, seorang anak juga bisa mengalami gangguan psikologis di usia dewasa.

Di antaranya bisa merasa kesepian, kecemburuan, rendahnya harga diri, rasa malu, dan rendahnya kontrol diri.

“Dampak lain anak yang tidak dekat dengan ayah adalah mengalami ketidakmampuan memecahkan masalah sehingga sering memberontak dan ada perasaan marah yang sulit di kontrol,”

Selama kita tumbuh dari bayi hingga anak-anak, kebanyakan dari kita mungkin tidak tahu persis perjuangan seorang ayah.

Meski begitu, kita harus tetap membahagiakan ayah kita selagi masih ada. Jangan sampai menyesal di kemudian hari karena kehilangan ayah.

Cerita Haru Ayah Asuh Bayi 7 Bulan Sambil Memulung

Berikut ini kisah perjuangan seorang ayah dalam membesarkan anak dan membahagiakan keluarga yang dibagikan akun Instagram @sekitarbandung.com.

Cerita ini sebenarnya kisah Humas Basarnas Kantor SAR Bandung, Joshua Banjarnahor, saat menemukan seorang ayah lagi kasih susu ke anaknya di atas trotoar.

Kondisi mereka cukup memprihatinkan. Anaknya yang masih bayi diletakkan di trotoar dengan alas selembar kardus.

Sementara sang ayah memberikan susu sambil memegangi becak gerobak hasil memulung.

Nama bocah lucu berusia 7 bulan itu adalah Seno. Setiap hari Seno diajak ayahnya yang biasa dipanggil Pak Dede bekerja memulung di sekitar Bandung.

Saat saya samperin, terlihat sekali ayahnya kerepotan, kata Joshua mengenang kisah tersebut.

Joshua ikut menggendong dan mengajak bercanda anak Pak Dede.

Menurut pemilik akun Instagram banjarnahor ini, Pak Dede kerepotan karena harus mengasuh Seno sambil bekerja jadi pemulung.

Di satu sisi harus memberikan susu ke anaknya, di satu sisi lainnya harus memegang becak gerobak hasil memulung, ujar Joshua.

Istri di Rumah Sakit-sakitan
Joshua yang merasa iba, menolong Pak Dede dengan menggendong Seno. Joshua juga mengajak Pak Dede untuk mengobrol.

Dari sinilah Joshua tahu betapa berat perjuangan seorang ayah dalam membesarkan anak dan membahagiakan keluarganya.

Aksi Sopan Ayah Izin Foto Anaknya di Samping Mobil Bikin Terenyuh, Banjir Doa dan Air Mata
Pak Dede bekerja memulung dengan memutari Kota Bandung setiap hari. Saat ditanyakan ibunya Seno di mana, Pak Dede memberikan jawaban yang mengharukan.

Menurut Pak Dede, istrinya di rumah sakit-sakitan. Mereka tinggal di belakang Griya Kiaracondong.

Masih Kurang Banyak Bersyukur
Karena alasan itulah, Pak Dede terpaksa membawa Seno ikut memulung bersamanya setiap hari di sekitar Kota Bandung.

Mendengar cerita Pak Dede, Joshua pun mengingatkan kalau kita masih sangat kurang bersyukur dengan apa yang dimiliki.

Di saat tercukupi tapi kadang kita masih aja ngeluh. Semoga kita bisa terus bersyukur ya dan jadi pembawa kebaikan di manapun

 

 

Leave a reply "Perjuangan Ayah Memulung Sambil Asuh Anak, Kasih Susu di Trotoar, Walau Berat Tetap Berjuang Demi Menyambung Hidup"

Author: 
author