BenarkahSuami yang Tidak Hirau dengan Beban Istri, Bukan Pendamping yang Bagus

Menjalin hubungan suami istri bukanlah perkara mudah dan instan. Wanita dan lelaki yang sudah berkomitmen untuk membangun komitmen menikah harus melalui berbagai tantangan dan kesulitan.

Tentu proses tersebut tidak singkat, melainkan harus dijalankan selama bertahun-tahun lamanya.

Oleh sebab itu, memiliki hubungan suami istri dalam rumah tangga tidak hanya cukup dengan modal cinta saja. Melainkan juga ada kepercayaan, kesetiaan, tanggung jawab dan berbagai karakter lainnya.

Sejatinya, komitmen adalah sebuah kesepakatan atau perjanjian untuk melakukan sesuai di masa depan atau sesuatu yang telah disepakati sebelumnya.

Lebih lagi dijelaskan bahwa komitmen merupakan suatu keteguhan untuk berjanji kepada diri sendiri yang akan mengacu dan merangsang seseorang untuk terus berjuang dalam mencapai target yang dicita-citakan serta tidak akan berhenti sebelum target tersebut tercapai.

Pentingnya Sikap Saling Tolong Menolong

Salah satu sikap yang harus dimiliki oleh suami dan istri adalah sikap tolong menolong satu sama lain dalam berbagai hal.

Hal ini sebagaimana yang ditulis oleh Muhammad Bagir dalam buku Muamalah Menurut Alquran, Sunah, dan Para Ulama menjelaskan, perlu disadari bahwa sikap saling menolong antara suami istri dalam kebaikan akan menguatkan ikatan berumah tangga.

Tidak hanya itu, sikap tolong menolong dinilai juga merupakan upaya dalam memenuhi perintah agama.

Apalagi, sikap tolong menolong sendiri dalam Islam secara tegas ditegaskan Allah SWT dalam Al Quran Surah Al-Maidah ayat 2.

Allah SWT berfirman yang artinya: Tolong menolonglah kamu dalam kebajikan dan takwa, dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah, sungguh Allah siksa Allah sangat berat,

Perlu Saling Tahu Beban Pasangan

Kita baru bisa menolong orang lain saat tahu kesulitan yang mereka hadapi. Sebaliknya, kita tak ada kesempatan untuk menolong orang lain, jika tidak mengetahui apa beban dan kesulitan yang mereka hadapi.

Oleh sebab itu, syarat penting untuk bisa saling tolong menolong dengan pasangan adalah mengetahui kesulitan yang dihadapi oleh pasangan.

Jadi apabila seorang suami atau istri tidak mau tahu mengenai beban dan kesulitan pasangannya dalam berumah tangga, maka mereka tidak tergolong hamba yang memperlakukan pasangannya dengan baik.

Sebab sikap ihsan dalam berumah tangga tidak hanya diukur dari keinginan untuk memiliki pasangan dan perasaan cinta diantara keduanya. Melainkan juga perlakuan baik dalam berumah tangga.

“Ihsan itu adalah kalian menyembah kepada Allah seakanakan kalian melihat-Nya. Kalaupun kalian tidak bisa mlihat-Nya, maka ketahuilah sesungguhnya Allah Maha Melihat (apa yang kalian kerjakan).”

Mulai dari bertutur kata yang baik, berkelakuan baik, berpengertian baik, dan juga diiringi dengan sikap saling tolong menolong.

‘Aisyah radhiallahu ‘anha berkata,

كَانَ فِي مِهْنَةِ أَهْلِهِ فَإِذَا حَضَرَتِ الصَّلاَةُ قَامَ إِلَى الصَّلاَةِ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam kesibukan membantu istrinya, dan jika tiba waktu sholat maka beliaupun pergi shalat” (HR Bukhari).

Oleh sebab itu alangkah baiknya setiap pasangan bisa saling bertanya ataupun curhat mengenai kesulitan dan masalah yang sedang dihadapi.

Nah saat itu, pasangan sebaiknya saling mendengarkan satu sama lain, agar bisa mendukung dan saling menolong.

Bukankan rumah tangga adalah tugas besar yang diselesaikan sepanjang hayat? Maka jangan mengeluh jika perlu menolong dan membantu pasangan saat menghadapi kesulitan.

Semoga kamu dan pasangan bisa membangun rumah tangga dengan baik hingga akhir hayat.

Ada beberapa ciri suami macam ini. Telisik baik-baik , apakah Anda menjalani pernikahan dengan suami yang tidak pedulian?

1. Selalu menyalahkan Anda
Jika Anda berdua mengalami masalah, apakah Anda selalu jadi pihak yang dituding sebagai penyebabnya? Dilansir dari Family Share.com, ini merupakan ciri hubungan yang tidak sehat. Di mana Anda ditempatkan sebagai pihak yang selalu lemah. Dengan begitu, dia akan selalu menang dan mendominasi diri Anda.

2. Dia tak mau membantu Anda
Waspada jika dia dengan santainya tidak mau membantu Anda sama sekali ketika mengerjakan tugas rumah tangga. Dia leyeh-leyeh, sementara Anda banting tulang mencuci, menggosok, memasak, mencuci piring, dan menjaga anak.

Sadar atau tidak, sikapnya itu akan menimbulkan marah dan dendam pada Anda. Dua hal ini merupakan ‘bom waktu’ yang berbahaya karena bisa membuat Anda ‘meledak’ sementara dia tidak peduli sama sekali.

3. Dia mudah defensif
Pernahkah suami Anda tiba-tiba diam saja ketika Anda dan dia tengah berdebat mengenai suatu hal? Sikapnya yang begitu menandakan ketidakmauan untuk berkomunikasi dan dijamin menggagalkan pemecahan masalah.

4. Dia membuat Anda merasa tak penting
Suami yang tak pedulian adalah dia yang lebih mementingkan hal lain di atas kepentingan istri dan anaknya. Dia akan lebih suka menghabiskan waktu dengan orang lain dibanding dengan kalian. Jangan kaget jika Anda bukanlah prioritas baginya.

5. Bohong
Kunci pernikahan langgeng adalah kejujuran dan kepercayaan. Jika dia sudah mulai membangun piramida kebohongan, itu adalah pertanda betapa tak pedulinya dia dengan perasaan Anda.

Leave a reply "BenarkahSuami yang Tidak Hirau dengan Beban Istri, Bukan Pendamping yang Bagus"

Author: 
author