Beginilah Sumpah Li’an yang Begitu Besar Konsekuensi Hukum Li’an Bagi Suami Istri Dalam Islam

Perkawinan adalah ikatan lahir bathin antara pria dan wanita untuk membentuk keluarga zakinah, mawaddah, warahmah dan untuk melanjutkan keturunan.

Saat sudah menjadi suami istri, pasti ada saja godaan dan halangannya. Mulai dari orang syirik, datangnya seorang anak, bahkan hingga perbuatan zina yang begitu dikecam. Meski belum tahu kebenarannya, pasti ada saja rasa curiga.

Perkawinan di ibaratkan mitsaqan ghalidan ikatan yang kokoh, oleh karena itu, Allah melarang untuk melepaskannya, namun dalam kenyataan kehidupan masyarakat ada saja hal-hal menjadi pemicu konflik rumah tangga seperti qadhaf, perbuatan menuduh seseorang berbuat zina atau pengingkaran anak, penuduhan bisa dari suami atau orang lain.

Adanya penuduhan dalam hukum Islam melahirkan konsekuensi hukum bagi si penuduh yaitu didera 80 kali apabila ia tidak dapat membuktikan tuduhannya dengan menghadirkan empat orang saksi dan tertuduh kena hukum rajam atau dera 100 kali jika tuduhan ini terbukti.

Jika yang menuduh ini adalah suami dan tidak dapat menghadirkan empat orang saksi, sebagai bukti atas kebenaran tuduhannya, ia harus bersumpah empat kali dan kelima kalinya ia menyatakan menerima kutukan Allah jika tuduhannya dusta, perbuatan inilah disebut li’an,

Tuduhan ini bisa diingkari isteri dengan sumpah li’an juga, sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. An-Nur ayat 6-9. Li’an ada 2 macam yaitu menuduh istri berbuat zina dan mengingkari anak yang ada dalam kandungan.

Dalam UU Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan dan Kompilasi Hukum Islam bahwa li’an menyebabkan putusnya perkawinan selama-lamanya dan hanya sah apabila dilakukan di hadapan Pengadilan Agama.

Menuduh seorang perempuan berzina adalah dosa yang besar. Namun apabila tuduhan itu benar tetap dibutuhkan saksi dari perbuatan tersebut.

Lantas ketika tidak ada saksi bagaimana seorangg suami dapat membuktikan perbuatan zina istri. Atau bagaimana seorang istri dapat meyakinkan suaminya bahwa ia tidak berzina.

Inilah fungsi dari Sumpah liaan, yakni sumpah yang dilakukan ketika suami menuduh sang istri melakukan zina, padahal tidak ada saksi dan juga bukti nyata.

Sumpah ini harus dilakukan kedua belah pihak dengan mengucapkan “Wallahi, demi Allah” dengan mengucapkan jga tuduhannya.

Kemudian ucapan tersebut diulang hingga empat kali. Dan dalam perkataan yang kelima kalinya sang suami menyatakan mengutuk dirinya bila ia dusta.

Istri juga harus mengucapkan hal serupa. Tetapi apabila ia menolak maka dapat dikatakan bahwa ia sudah berzina. Jika sang istri masih menolak maka dia harus diceraikan dan cerai tersebut bersifat abadi. Artinya keduanya tidak boleh rjuk kembali seumur hidup.

Begitu beratnya tuduhan seorang suami daripada tuduhan zina dari seorang istri. Hal ini dikarenakan seorang istri yang berzina akan berkaitan dengan anak keturunannya dan menyebabkan keraguan pada bayinya.

Kendati pun diperbolehkan resiko sumpah liaan sungguh berat. Yang terbaik adalah satu sama lain harus menjaga kehormatan masing-masing. Jangan sampai seorang istri membuat suami bersumpah liaan. Pandai-pandailah menjaga perasaan suami dan turutilah ia.

 

Leave a reply "Beginilah Sumpah Li’an yang Begitu Besar Konsekuensi Hukum Li’an Bagi Suami Istri Dalam Islam"

Author: 
author