Bahaya Istri Kurang Bersyukur Atau Suami Yang Kurang Sadar Kewajiban ? Demi Uang Rumah Tangga Berakhir Perceraian

Seorang Istri yang shalihah, Harus banyak bersyukur kepada Allah SWT kemudian bersyukur kepada suaminya. Seorang suami wajib memberikan nafkah kepada istrinya sesuai kemampuannya. Allah SWT berfirman dalam kitab-Nya:

لِيُنفِقْ ذُو سَعَةٍ مِنْ سَعَتِهِ وَمَنْ قُدِرَ عَلَيْهِ رِزْقُهُ فَلْيُنفِقْ مِمَّا آتَاهُ اللَّهُ لاَ يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْساً إِلاَّ مَا آتَاهَا سَيَجْعَلُ اللَّهُ بَعْدَ عُسْرٍ يُسْراً .

“Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya. Dan orang yang disempitkan rezekinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah SWT kepadanya.

Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan (sekedar) apa yang Allah berikan kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan” (QS. Ath Thalaq: 7).

Sebuah hadis dari Imran bin Husain radhiyallahu ‘anhu mengatakan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda tentang keadaan penghuni neraka.

Nabi SAW bersabda:

“Aku diperlihatkan di surga, Aku melihat kebanyakan penghuninya adalah kaum fakir. Lalu aku diperlihatkan neraka. Aku melihat kebanyakan penghuninya adalah para wanita.” (HR. Bukhari, no. 3241 dan Muslim, no. 2737).

Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ditanya apa sebabnya, lalu beliau menjelaskan dalam riwayat ‘Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma, dia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Aku diperlihatkan neraka. Aku tidak pernah melihat pemandangan seperti hari ini yang sangat mengerikan. Dan aku melihat kebanyakan penghuninya adalah para wanita. Mereka bertanya, ‘Kenapa bisa seperti itu wahai Rasulullah?’

Beliau bersabda, ‘Dikarenakan kekufurannya.’ Lalu ada yang berkata, ‘Apakah karena mereka kufur kepada Allah?’ Beliau menjawab, ‘Mereka kufur terhadap pasangannya, maksudnya adalah mengingkari kebaikannya.

Jika engkau berbuat baik kepada istrimu sepanjang tahun, kemudian ia melihat sedikit engkau tidak berbuat baik padanya sekali saja, pasti ia akan mengatakan, ‘Aku tidak melihat kebaikan sedikitpun padamu.” (HR. Bukhari, no. 1052).

Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW juga pernah menjelaskan mengapa kebanyakan penghuni neraka adalah para wanita dan salah satunya istri yang kurang bersyukur. Nabi SAW saat itu menyuruh para wanita untuk bersedekah.

Jika suami tidak bisa memberikan nafkah kecuali sedikit saja, disebutkan dalam ayat ini, “Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan (sekedar) apa yang Allah berikan kepadanya”. Maka ia tidak dibebani untuk memberikan nafkah dengan nominal tertentu yang terkadang itu di luar kemampuannya. Maka hendaknya ia bersabar atas sempitnya rezeki.

Demikian juga sang istri, hendaknya ia qana’ah (merasa cukup dengan rezeki yang Allah berikan) dan bersyukur kepada Allah ta’ala, serta juga bersyukur kepada suami bagaimana pun keadaan nafkah yang diberikan suaminya. Karena Allah ta’ala, membenci istri yang tidak bersyukur kepada pemberian suaminya. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

لا ينظرُ اللَّهُ إلى امرأةٍ لا تشكُرُ لزوجِها وَهيَ لا تستَغني عنهُ

“Allah tidak akan melihat kepada wanita yang tidak bersyukur kepada suaminya, dan ia tidak merasa cukup dengan apa yang diberikan suaminya” (HR. An Nasa’i no. 9086, Al Baihaqi dalam Sunanul Kubra [7/294], dishahihkan Al Albani dalam Shahih At Targhib no. 1944).

Berikut ini beberapa tanda istri yang kurang bersyukur atas pemberian suami:

1. Merasa berat mengucapkan Terima Kasih

2. Lalai dalam Beribadah

3. Sering Merasa Iri

4. Suka Mengeluh

5. Sering Menuntut

6. Menyebarkan Aib Suami

Berikut adalah 4 sikap istri yang menghambat rezeki suami antaranya sebagai berikut:
1. Durhaka pada suami

2. Lalai dalam beribadah

3. Kurang bersyukur

4. Pelit

Seorang istri yang salehah akan senantiasa menempatkan ketaatan kepada suami di atas segala-galanya. Dia akan taat kapan pun, dalam situasi apapun, senang maupun susah, lapang maupun sempit, suka ataupun duka.

Biasanya istri yang tidak bersyukur akan menyebarkan aib suaminya kepada orang lain. Padahal, aib suami tidak boleh disebar apalagi jika ditambahkan dengan celaan lainnya. Tugas seorang istri adalah menjaga aib sekaligus perasaan seorang suami.

Maka bagi para istri hendaknya bersyukur dengan apa yang diberikan suami dan tidak banyak menuntut serta merasa cukup dengan rezeki Allah SWT yang diberikan melalui suaminya.

Berikanlah nafkah pada istri sesuai dengan kemampuan suami. Maka dari itu besarnya nafkah yang diberikan suami dalam setiap rumah tangga pasti berbeda, dilihat dari seberapa besar penghasilan suami. Suami berpenghasilan 100 juta tentu tak sama jumlah nafkah wajibnya pada istri dibanding suami yang berpenghasilan 1 juta.

Ketika ada seorang suami berpenghasilan besar (tergolong kaya), ia kurang dalam pemberian nafkah terhadap istri, tapi istrinya meminta dinafkahi sesuai dengan kemampuan suami. Namun suami menolaknya, malah menyebut istrinya ini kurang syukur. Nah, kalau begini..istri yang kurang syukur atau suami kurang sadar kewajiban?

Semoga Allah SWT memberi taufiq.

 

 

Leave a reply "Bahaya Istri Kurang Bersyukur Atau Suami Yang Kurang Sadar Kewajiban ? Demi Uang Rumah Tangga Berakhir Perceraian"

Author: 
author