Terbongkar Modus,Ibu Muda di Jakarta Utara Jadi Tersangka Penipuan Minyak Goreng Murah Total Kerugian 1,8 Milyar

Polisi menetapkan Dea Aulia (28), seorang ibu rumah tangga, menjadi tersangka kasus penipuan paket minyak goreng murah di Jakarta Utara.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Endra Zulpan, mengatakan modus yang dilakukan tersangka adalah dengan menawarkan paket minyak goreng murah di media sosial. Tersangka menjual 6 minyak goreng berukuran 2 kilogram dengan harga Rp170 ribu.

“Di mana harga pasaran Rp270 ribu. Ini membuat orang lain yang melihat di medsos tertarik,” kata Zulpan pada wartawan, Selasa, 22 Februari 2022.

Setelah calon pembeli tertarik, tersangka kemudian meminta agar mentransfer sejumlah uang sesuai jumlah pesanan. Pelaku berjanji akan mengirim barang ke alamat calon pembeli dalam waktu delapan hari setelah pemesanan.

Tapi nyatanya, setelah lewat delapan hari barang tidak dikirim, ucap Zulpan.

Dari hasil penyelidikan, total kerugian disinyalir mencapai Rp1,8 miliar. Berdasarkan hasil pemeriksaan korban hanya beberapa yang memenuhi unsur pidana.

Dua orang sudah kita periksa sebagai korban yang sudah memenuhi unsur penipuan dan penggelapan oleh tersangka dengan total kerugian Rp530 juta,kata Zulpan.

Adapun 9 korban lain masih kita lakukan pemeriksaan karena tidak semua korban melaporkan. Memang kalau ditotal itu Rp1,8 miliar, tetapi yang sudah masuk unsur pidananya, penipuan dan penggelapan oleh tersangka ini Rp530 juta, jelasnya.

Dalam kasus ini, Dea telah ditahan di Polres Metro Jakarta Utara. Dia dijerat dengan Pasal 372 juncto 378 KUHP tentang penipuan.

Aku nggak ada modal, cuma kerjasama sama yang punya modal, ikut sama dia, ngajak harga murah makanya ikutan, ungkap wanita yang baru dua kali dapat barang itu.

Sementara warga lainnya, Bebby Putri mengaku juga menjadi korban penipuan pelaku.

Ketika itu pelaku menawarkan minyak goreng dengan harga yang jauh lebih murah dibanding pasaran.

“Modusnya jual minyak goreng ke kita. Jadi dengan harga murah, dia tawarin ke kita minyak, kopi, terigu segala macam dengan harga jauh di bawah pasaran penjual dan agen,” tuturnya.

Pelaku menjual minyak goreng Rp 150 ribu per kardus saat harga di pasaran Rp 210 ribu per kardus. Mereka yang tertarik harus menyetorkan uang agar barang diantar seminggu kemudian.

Awalnya selama tiga bulan pertama sejak bulan Oktober 2021 apa yang dijanjkan pelaku berjalan lancar. Namun belakangan pelaku kesulitan utnuk merealisasikan janjinya tersebut.

Selama 3-4 bulan lancar, ke sini barang 300 (kardus) dulu, 200 dulu, padahal pesannya 1.000 tapi dapatnya nggak segitu. Udah dua minggu nggak ada barang, ucapnya.

Bebby pun mengaku apa yang diperbuat pelaku membuatnya menderira kerugian Rp 700 juta lantaran uang yang terlanjur disetor tidak bisa dikembalikan pelaku.

Dia kan teman kita, sama sama ibu di sekolah karena udah akrab, nggak curiga bakal nipu. Kita nuntut uang kembali,katanya.

Perbuatan pelaku diduga telah merugikan warga hingga miliaran rupiah. Sementara itu warga juga membawa bukti transfer uang supaya kasus tersebut dapat dibawa ke ranah hukum.

 

Leave a reply "Terbongkar Modus,Ibu Muda di Jakarta Utara Jadi Tersangka Penipuan Minyak Goreng Murah Total Kerugian 1,8 Milyar"

Author: 
author