Masyaallah saat Makam Dipindahkan,Jasad Guru Ngaji di Subang yang Masih Utuh, Sudah Dikubur 17 Tahun hingga Tak Berbau

SUBANG – 17 tahun telah dikubur, mayat seorang kyai bernama Muhya menarik perhatian masyarakat, pasalnya ketika dilakukan pemindahan jenazah dari makam sebelumnya ke makam yang baru didapati kerangka mayat yang masih utuh.

Kyai Muhya, adalah seorang guru ngaji yang berada di kampung Cikadu desa Tanjungsiang kecamatan Tanjungsiang kabupaten Subang, beliau sosok kyai yang sangat baik semasa hidupnya.

Beliau juga adalah seorang pengrajin golok, banyak anak-anak yang beliau ajarkan khususnya dalam pengajaran Al-qur’an. Disaat perpindahan makam beliau, lebih dari 300 orang mengantarkan perpindahan mayat tersebut.

Pengakuan salah satu warga yang membantu pengangkatan mayatnya, ketika mayatnya dicium tidak ada bau amis sama sekali akan tetapi tercium bau harum. kemudian, kain kafannya pun masih utuh dan tidak menempel ke tanah.

Asep Kosasih Salah satu warga yang mana juga murid dari kyai Muhya mengatakan bahwa, ketika kami menemukan mayat beliau, lalu kami mengangkatnya dan keadaan mayat tersebut masih utuh .

“Mayat tersebut sudah dikubur selama 17 tahun 4 bulan, biasanya mayat ketika dikubur akan membusuk paling lama 5 bulan, kondisi mayat masih utuh tangan masih terlipat, kulit masih ada akan tetapi kering seperti mumi atau di beri air keras,” ujar Asep. Sabtu, (15/01/2022).

Kesaksian Penggali Kubur

Warga Kampung Cikadu, Desa Tanjungsiang, Kecamatan Tanjungsian, Kabupaten Subang, Jawa Barat, mendadak dihebohkan dengan adanya jasad guru ngaji yang masih utuh meski sudah terkubur 17 tahun.

Kejadian tersebut mendadak viral di media sosial setelah salah seorang mantan muridnya yang merekam proses pemindahan jasad guru ngaji itu.

Diketahui, guru ngaji yang merupakan tokoh masyarakat di Kampung itu juga bernama Ustaz Muhya bin Rudia yang telah wafat pada tahun 2004 silam.

Menurut penggali kubur, Ace Kosasih, dirinya melihat langsung jasad tersebut masih utuh saat akan dipindahkan.

“Waktu proses pengangkatan jasad dari Muhya bin Rudia saya melihat langsung, itu kondisinya benar-benar masih utuh,” ucap Ace kepada TribunJabar.id, Minggu (16/1/2022).

Bahkan, kata ia, kondisi jasad guru ngaji tersebut tulang beserta kulitnya masih menyatu dan sama sekali tidak menimbulkan bau tak sedap.

Hanya saja jasad Ustadz Muhya bin Rudia memang sudah terlihat kering seperti jasad yang diawetkan.

“Biasanya kalo jasad yang sudah dikuburkan paling lama 5 bulan sudah membusuk, tapi kalo ini engga yang ada harum terus keliatannya kayak yang diawetkan karena mengering,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, pemindahan makam sang guru ngaji merupakan inisiatif warga bersama keluarga, sebab katanya tempatnya dinilai tidak layak, karena berdekatan dengan dengan kandang ternak domba.

Saat ini jasad Muhya bin Rudia dipindahkan ke tempat pemakaman di Kampung Cikadu tidak jauh dari lokasi awalnya dikuburkan.

Leave a reply "Masyaallah saat Makam Dipindahkan,Jasad Guru Ngaji di Subang yang Masih Utuh, Sudah Dikubur 17 Tahun hingga Tak Berbau"

Author: 
author