Viral, Pedagang Bakso di Pinggir Jalan Ditagih Pajak Rp 6 Juta Perbulan

54 views

Dagangan laris, terjual dalam sejumlah porsi di masa pandemi seperti ini saja sudah menjadi suatu hal bersyukur bagi para pedagang kaki lima. Sebab, setidaknya ada sedikit harapan bagi mereka untuk mengatur keuangan dan memenuhi kebutuhan hidup.

Tapi apa daya, di masa sulit ini rupanya masih saja ada ‘oknum’ yang mencekik para pedagang kaki lima. Seperti yang sedang heboh baru-baru ini, seorang pedagang bakso dan mie ayam di pinggir jalan dimintai uang pajak penjualan sebesar Rp 6 juta.

Peristiwa ini dialami oleh Handoko, pria asal Sragen, Jawa Tengah, yang kini merantau ke Kota Binjai, Sumatera Utara.

Handoko mengaku stress dan berencana akan menutup mata pencahariannya itu akibat penagihan pajak oleh Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Binjai.

Entah kenapa pemerintah Kota Binjai, menagih uang pajak sebesar Rp 200 ribu per hari (Rp 6 juta sebulan),” tutur dia heran.

Padahal, kedai bakso dan mie ayamnya itu jauh dari kata mewah. Seperti kedai-kedai lainnya yang didirikan seadanya, terbuat dari kayu dan bangunannya tidak permanen. Bahkan bila hujan, tempat usahanya itu akan basah karena percikan air yang masuk.

Namun berdasarkan informasi yang dihimpun dari news okezone tagihan pajak kepada Handoko ini dibatalkan. Ini karena kisahnya menjadi viral dan menuai kritikan pedas dari khalayak warganet. Bahkan pemerintah Kota Binjai berdalih bahwa mereka mengambil pajak dari restoran.

 

Leave a reply "Viral, Pedagang Bakso di Pinggir Jalan Ditagih Pajak Rp 6 Juta Perbulan"

Author: 
author