Suami Yang Tak Peduli Dengan Beban Istri, Bukan Pasangan Yang Baik

204 views

 

Rasulullah SAW adalah potret suami yang baik,bahkan tidak segan-segan membantu Aisyah dengan berbagai pekerjaan rumah tangga. Tidak hanya membantu, suami yang baik juga mereka yang peduli dengan beban dan kesulitan yang dialami istrinya. Dan sebaliknya.

Menjalin hubungan suami istri bukanlah hal yang mudah dan instan. Perempuan dan laki-laki yang sudah berkomitmen untuk membangun komitmen pernikahan harus melalui banyak tantangan dan kesulitan.

Tentu saja prosesnya tidak singkat, tetapi harus dilakukan selama bertahun-tahun.
Oleh karena itu, memiliki hubungan suami istri dalam rumah tangga tidak cukup hanya dengan modal cinta saja. Namun ada juga kepercayaan, kesetiaan, tanggung jawab dan berbagai karakter lainnya.

Pentingnya Saling Membantu

Salah satu sikap yang harus dimiliki oleh suami istri adalah sikap saling membantu dalam berbagai hal.

Hal ini sebagaimana ditulis oleh Muhammad Bagir dalam kitab Muamalah Menurut Al-Qur’an, Sunnah, dan para ulama menjelaskan, perlu disadari bahwa sikap tolong menolong antara suami dan istri dalam kebaikan akan mempererat ikatan perkawinan.
Tidak hanya itu, sikap tolong menolong juga dianggap sebagai upaya dalam memenuhi perintah agama.

Apalagi sikap menolong diri sendiri dalam Islam jelas ditegaskan oleh Allah SWT dalam Al Quran Surat Al-Maidah ayat 2.

Allah SWT berfirman yang artinya : “Tolonglah kamu dalam kebajikan dan ketakwaan, dan janganlah kamu menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya azab Allah sangat berat,”

Perlu Saling Tahu Beban Pasangan

Kita baru bisa menolong orang lain saat tahu kesulitan yang mereka hadapi. Sebaliknya, kita tak ada kesempatan untuk menolong orang lain, jika tidak mengetahui apa beban dan kesulitan yang mereka hadapi.

Oleh sebab itu, syarat penting untuk bisa saling tolong menolong dengan pasangan adalah mengetahui kesulitan yang dihadapi oleh pasangan.

Jadi apabila seorang suami atau istri tidak mau tahu mengenai beban dan kesulitan pasangannya dalam berumah tangga, maka mereka tidak tergolong hamba yang memperlakukan pasangannya dengan baik.

Sebab sikap ihsan dalam berumah tangga tidak hanya diukur dari keinginan untuk memiliki pasangan dan perasaan cinta diantara keduanya. Melainkan juga perlakuan baik dalam berumah tangga.

“Ihsan itu adalah kalian menyembah kepada Allah seakanakan kalian melihat-Nya. Kalaupun kalian tidak bisa mlihat-Nya, maka ketahuilah sesungguhnya Allah Maha Melihat (apa yang kalian kerjakan).”

Mulai dari bertutur kata yang baik, berkelakuan baik, berpengertian baik, dan juga diiringi dengan sikap saling tolong menolong.

‘Aisyah radhiallahu ‘anha berkata,

كَانَ فِي مِهْنَةِ أَهْلِهِ فَإِذَا حَضَرَتِ الصَّلاَةُ قَامَ إِلَى الصَّلاَةِ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam kesibukan membantu istrinya, dan jika tiba waktu sholat maka beliaupun pergi shalat” (HR Bukhari).

Oleh sebab itu alangkah baiknya setiap pasangan bisa saling bertanya ataupun curhat mengenai kesulitan dan masalah yang sedang dihadapi.

Nah saat itu, pasangan sebaiknya saling mendengarkan satu sama lain, agar bisa mendukung dan saling menolong.

Bukankan rumah tangga adalah tugas besar yang diselesaikan sepanjang hayat? Maka jangan mengeluh jika perlu menolong dan membantu pasangan saat menghadapi kesulitan.
Semoga kamu dan pasangan bisa membangun rumah tangga dengan baik hingga akhir hayat.

Leave a reply "Suami Yang Tak Peduli Dengan Beban Istri, Bukan Pasangan Yang Baik"

Author: 
author