2 Cucu Nenek ini jadi Jaminan Hutang, Dibawa Pergi Rentenir saat Naik Angkot

Tak pernah disangka Nenek Mardiyah sebelumnya, jika dua cucunya yang dijadikan jaminan hutang sebesar Rp 19,4 juta, akan benar-benar ‘ditarik’ bila waktu pelunasan hutang telah lewat.

Sebelum cucu laki-laki berusia 5 tahun dan cucu perempuan 10 tahun dibawa pergi, Nenek Mardiyah sudah lebih dulu mendapat kiriman video dengan nada kasar dan ancaman pembunuhan dari anak laki-laki rentenir Ibu N. Sebab tak mengembalikan uang sesuai di tanggal perjanjian, Senin 2 Agustus.

Kemudian disaat cucu-cucunya ikut pergi narik angkot bersama kakeknya, anak dari Ibu N memanfaatkan situasi untuk membawa keduanya pergi.

“Anak perempuan ini sama kakeknya ikut narik angkot, karena dia biasa suka ikut bapaknya atau kakeknya narik angkot. Kakeknya kebingungan, kata kakeknya ini tiba-tiba enggak ada, ternyata dijemput oleh pemuda laki-laki anak dari Ibu N yang memberikan pinjaman itu,” ungkap Kusnadi, Kuasa Hukum Mardiyah dari Pusat Bantuan Hukum (PBH) Peradi Kabupaten Bogor.

Atas kasus ini, Nenek Mardiyah dengan dibantu warga dan kerabatnya mendatangi kantor PBH Peradi Cibinong untuk meminta tolong melaporkan kasus ini ke Polresta Bogor.

Upayanya pun berbuah manis, kedua cucunya berhasil kembali bersamanya.

“Untuk anak yang usia 5 tahun sudah sekitar 20 hari (dibawa pergi) dan yang perempuan 3 hari. Dari informasi, anak-anak ini mau dibawa ke Padang,” kata Kusnadi.

Walau diculik, berdasarkan pengakuan cucu Nenek Mardiyah, selama tinggal bersama Ibu N, mereka mendapat perlakuan baik, diberi makan dan diperbolehkan bermain.

“Mereka baik, tapi kalau soal adopsi kalau saya belum dalam ke situ ya,” tuturnya.

Sementara perkara utang Nenek Mardiyah, Peradi Cibinong akan melakukan penggalangan dana untuk melunasi utang Rp 19,4 juta tersebut.

Leave a reply "2 Cucu Nenek ini jadi Jaminan Hutang, Dibawa Pergi Rentenir saat Naik Angkot"

Author: 
author