Jangan Sampai Operasi Plastik,Kirim ke semua orang yang kita sayangi, semoga kita semua bisa selalu hidup sehat

Operasi Plastik Ditinjau dari Sudut Pandang Hukum Islam dan Ilmu Kesehatan


Islam merupakan pedoman hidup manusia yang sifatnya menyeluruh, yang meliputi segala aspek kehidupan. Islam menjadi pedoman agar tercapainya kebahagiaan secara jasmani dan rohani serta kebahagiaan dunia juga akhirat.

Salah satu cara agar tercapainya kebahagiaan tersebut adalah dengan menuntut ilmu dan mengembangkannya. Ilmu yang dikembangkan bertujuan untuk memperbaiki kehidupan agar menjadi lebih sejalan dengan perkembangan zaman serta teknologi yang semakin maju tanpa melupakan sang pemilik alam semesta.

Kedokteran adalah salah satu bidang ilmu yang mengalami kemajuan. Penemuan-penemuan baru oleh para ilmuwan memberikan kemanfaatan bagi banyak orang.

Selain itu dengan diikuti berkembangnya teknologi maka proses pengobatan dapat berjalan dengan lebih efektif dan efisien. Beberapa teknik pengobatan yang dulu dianggap tabu bahkan mustahil kini sudah dapat dilakukan dengan alat dan teknologi yang canggih. Salah satunya adalah dalam bidang operasi plastik.

Berdasarkan jurnal Nurul Magfiroh dan Heniyatun tentang Kajian Yuridis Operasi Plastik Sebagai Ijtihad dalam Hukum Islam, operasi plastik atau yang biasa disebut dengan plastic surgery dalam bahasa inggris merupakan bedah ataupun operasi yang dilakukan untuk memperbaiki anggota tubuh yang tampak ataupun tidak dengan cara dibuang, dikurangi, atau justru ditambah dan bertujuan untuk memperbaiki fungsi tubuh dan estetika tubuh.

Banyak orang awam yang mengira dalam operasi plastik dokter akan menggunakan plastik sebagai bahannya, tetapi itu salah besar karena kata plastik sendiri diadopsi dari bahasa Yunani yaitu plastikos yang memiliki arti ‘membentuk’ atau ‘mencetak’.

Hal ini sesuai dengan tujuan dari operasi plastik itu sendiri yaitu untuk membentuk bagian tubuh yang dikehendaki.

Operasi plastik merupakan tindakan medis yang dilakukan untuk memperbaiki kelainan, kerusakan, kecacatan kulit ataupun jaringan. Operasi ini biasanya dilakukan oleh mereka yang memiliki kecacatan fisik sejak lahir ataupun yang mengalami kecelakaan yang berdampak pada fungsi kerja suatu organ tubuh tertentu dan diperlukan upaya pembedahan untuk mengembalikan konstruksi serta fungsinya seperti semula.

Seseorang yang memiliki cacat fisik akan tertekan psikisnya karena akan merasa tersisih dari kehidupan masyarakat yang normal dan tatapan orang terhadapnya serta terganggu aktifitasnya karena fisiknya yang tidak normal. Sehingga operasi plastik dapat membantu para penderita agar terlepas dari gangguan baik fisik ataupun psikis tersebut.

Jika dilihat dari ilmu kedokteran, operasi plastik memiliki beberapa tujuan utama. Yang pertama, untuk memperbaiki fungsi organ yang kurang sempurna. Kedua, untuk memperbaiki bentuk tubuh yang dinilai kurang menarik. Dan ketiga untuk pengobatan pada bagian tubuh yang rusak akibat suatu penyakit.

Tetapi kini operasi plastik seakan hanya berorientasi pada kecantikan untuk memeperindah bagian tubuh tertentu agar lebih menarik yang dilakukan oleh sebagian orang tanpa ada alasan seperti kerusakan ataupun kecacatan. Operasi plastik dimanfaatkan untuk mengubah bentuk yang sebenarnya sudah normal untuk mencapai kepuasaan pribadi.

Operasi plastik bahkan sudah menjadi obsesi bagi sebagian orang yang gila akan pujian dan pengakuan sehingga membuat orang tersebut seperti kecanduan kemudian berani untuk melakukannya lagi dan lagi hingga dia merasa sudah mencapai standar yang diinginkan dan mencapai kepuasannya.

Operasi plastik menjadi perbincangan yang cukup ramai saat ini, hal ini dikarenakan mulai banyaknya praktek operasi plastik yang dilakukan baik dari kalangan artis hingga orang biasa. Operasi plastik juga menjadi kontrovesi, karena sebagian besar dilakukan hanya untuk alasan kecantikan. Ada yang menganggap operasi plastik adalah hal yang biasa, tetapi ada juga yang memandang aneh dan tidak suka.

Bagaimana hukumnya bila ada seseorang yang ingin melakukan operasi plastik pada bagian tubuhnya, apakah hal itu dibenarkan dalam syariat islam? Apakah islam memperbolehkan seseorang untuk mengubah apa yang telah diciptakan oleh-Nya?

Banyak perempuan yang rela melakukan berbagai cara agar mendapatkan predikat cantik, dan salah satunya adalah dengan melakukan tindakan operasi plastik.

Dorongan untuk mengikuti tren dan juga mode membuat perempuan tidak segan-segan untuk merubah bagian tubuh mereka agar mendapat pengakuan serta pujian dari banyak orang. Hal ini sudah menjadi fenomena di masyarakat dan para ulama sepakat bahwa operasi plastik yang dilakukan semata-mata untuk mempercantik diri adalah salah dan dilarang karena dianggap telah merubah ciptaan Allah.

Hukum dari operasi plastik dalam Islam ada yang mubah dan ada juga yang haram:

1.Operasi plastik yang mubah adalah operasi yang bertujuan untuk memperbaiki cacat sejak lahir seperti bibir sumbing. Ataupun cacat yang datang kemudian akibat kecelakaan ataupun kebakaran yang menyebabkan kerusakan pada bagian tubuh dan mengganggu fungsi kerja dari bagian tubuh tersebut.

2. Operasi plastik yang diharamkan adalah yang tujuannya semata-mata untuk mempercantik atau memperindah wajah ataupun tubuh. Contohnya seperti operasi plastik untuk memperindah bentuk wajah, hidung, mata dan sebagainya.

Operasi plastik dalam islam diperbolehkan hanya oleh mereka yang benar-benar memerlukannya ataupun dalam keadaan terdesak karena mengalami kerusakan, kelainan atau kecacatan yang menyebabkan rasa sakit dan terganggunya fungsi kerja organ tersebut karena islam menganjurkan umatnya untuk berobat dan berikhtiar ketika sedang jatuh sakit.

Nabi SAW bersabda “Allah tidak akan menurunkan penyakit melainkan menurunkan obatnya juga” (HR Bukhari no.5246). Dalam hal ini operasi plastik merupakan cara bagi orang yang mengalami sakit untuk mencapai kesembuhan dan menghilangkan beban yang di derita, dan itu diperbolehkan. Sedangkan mereka yang ingin melakukan operasi plastik tanpa dasar tersebut maka hukumnya dilarang.

Islam memperbolekan wanita untuk mempercantik diri karena Allah menyukai keindahan, tetapi dengan catatan tidak boleh berlebih-lebihan. Sehingga mempercantik diri dengan merubah ciptaan-Nya sangatlah dilarang. Allah SWT berfirman:

“dan akan aku (syaitan) suruh mereka (mengubah ciptaan Allah), lalu benar-benar mereka mengubahnya.” (QS An-Nissa:119)

Ayat ini menjelasankan perbuatan syaitan yang selalu mengajak manusia untuk melakukan berbagai perbuatan maksiat, dan diantaranya adalah mengubah ciptaan Allah. Operasi plastik untuk mempercantik diri termasuk ke dalam pengertian mengubah ciptaan Allah, maka hukumnya adalah haram.

Manusia bukanlah makhluk yang tercipta dengan sendirinya, tetapi manusia adalah makhluk yang diciptakan oleh Allah. Allah telah menciptakan manusia dengan sebaik-baiknya, membekali dengan keistimewaan yang tidak dimiliki oleh makhluk lain baik dari segi fisik, jiwa dan akal yang digunakan untuk dapat berfikir tentang mana yang baik dan buruk sehingga sepatutnya kita sebagai manusia mensyukuri itu, terutama bagi yang memiliki fisik sempurna tanpa ada cacat atau kelainan. Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya” (QS At Tin;4)

Mungkin ada yang mengeluh karena hidung yang pesek atau mata yang sipit, terus-menerus membandingkan diri sendiri dengan orang lain dan merasa menjadi yang paling buruk, tetapi Allah lebih mengetahui mana yang terbaik untuk makhluknya, karena apa yang di anggap baik oleh manusia belum tentu baik di mata Allah.

Dan merubah ciptaan-Nya bukanlah hal yang sepatutnya dilakukan oleh manusia yang tidak tahu apa-apa. Allah tidak memandang baik atau buruk, tinggi atau rendah umatnya berdasarkan kecantikan dan keindahan fisiknya. Lebih daripada itu, Allah melihat kecantikan seseorang dari hatinya, dari keimanan dan ketaqwaannya yang tidak semua orang bisa melihatnya.

Berdasarkan uraian diatas maka dapat disimpulkan bahwa operasi plastik dalam ilmu kesehatan diperlukan untuk tujuan memperbaiki fungsi, memperbaiki bentuk serta pengobatan pada bagian tubuh yang rusak akibat suatu penyakit.

Sedangkan hukum operasi plastik dalam islam adalah mubah apabila dilakukan atas dasar untuk kesehatan dan pengobatan bagi mereka yang cacat sejak lahir atau mengalami kecelakaan hingga menimbulkan rasa sakit dan menyebabkan terganggunya fungsi kerja bagian tubuh tersebut. Dan operasi plastik hukumnya haram jika tujuannya hanyalah untuk mengubah bagian tubuh tertentu untuk alasan kecantikan semata.

Daftar Pustaka

A-Qur’an dan Terjemahan

Sudjatmiko,Guntur.2007. Petunjuk Praktis Ilmu Bedah Plastik Rekonstruksi. Mahameru Offset Printing

Magfiroh,N., & Heniyatun (2015). Kajian Yuridis Operasi Plastik Sebagai Ijtihad dalam Hukum Islam, The 2nd University Research Coloquium

Obsesi dan Dampak Negatif di Balik Operasi Plastik

Seorang wanita asal Kota Burgas, Bulgaria, belakangan ini menjadi viral di media sosial karena tindakannya melakukan operasi plastik berlebihan. Bagaimana tidak, ia telah melakukan 15 kali operasi plastik dalam setahun agar bisa terlihat seperti boneka Barbie. Belum puas dengan penampilannya, wanita bernama Andrea Ivanova ini menjalani injeksi bibir sebanyak 20.

 


Hal itu ia lakukan karena terobsesi memiliki bibir terbesar di dunia. Andrea Ivanova juga sudah menjalani belasan suntikan bibir asam hialuronat dengan rencana untuk membuat bibirnya semakin besar. Baru-baru ini wanita berusia 22 tahun tersebut mengunggah foto terbaru dengan bibirnya yang semakin membesar di akun Instagramnya.

Andrea juga memberikan caption fotonya dengan tulisan “Lebih besar lebih baik” serta tagar #love #bigger #lips. Dilansir oleh Liputan6.com dari Mirror, Jumat (8/5/2020) ia mulai melakukan injeksi pada bibirnya sejak 2018. Andrea mengaku jika dirinya memang menyukai bentuk bibir yang besar.

Bahkan, ia ingin menambah ukuran bibirnya jadi lebih besar. Namun para dokter berpikir sudah cukup. Menurut dokter langganannya, Andrea harus menunggu setidaknya dua bulan jika ingin melakukan suntikan lagi.

Menjadi Tren
Kalau berbicara tentang operasi plastik, Korea Selatan (Korsel) dikenal sebagai negara yang warganya banyak melakukan operasi plastik.

Bahkan tren ini sudah menjadi gaya hidup, tak jarang ketika akan berulang tahun di usia ke 17 tahun para orang tua di Korsel akan menghadiahi anak mereka dengan melakukan operasi plastik.

Namun banyak orang tidak menyadari kalau operasi ini sebenarnya sudah ada pada abad ke-19 lalu. Selain untuk mengikuti standar kecantikan, banyak alasan orang untuk melakukan operasi plastik.

Operasi plastik kali pertama dilakukan oleh seorang dokter bedah plastik dari Amerika Serikat bernama dr. John Peter, ia melakukannya untuk mengopersi langit-langit bibir sumbing pasiennya.

Apa yang ia lakukan sebenarnya membawa kontribusi besar bagi dunia kesehatan. Namun predikat bapak operasi plastik modern dipegang oleh Sir Harold Gilies. Melalui Gilies kini bedah plastik tidak hanya untuk merekonstruksi wajah, namun juga bernilai estetik, seperti untuk kecantikan.

Setelah menjadi tren di kalangan wanita, sebenarnya apa yang membuat seseorang melakukan operasi plastik?

WHO Sebut Virus Corona dari Kelelawar, Bagaimana Ancaman pada Hewan Lain?

Meningkatkan penampilan
Ketika dilahirkan ke dunia, tentu manusia tidak bisa memilih kondisi wajah seperti yang mereka inginkan. Ada yang dilahirkan dengan mata yang sipit, bulat, bentuk hidung tidak proposional, namun ada juga yang dilahirkan dengan bentuk tubuh yang sempurna.

Hal ini menjadi alasan utama seseorang untuk melakukan operasi plastik guna menutupi atau mengubah bagian tubuh yang dirasa kurang proposional. Hal ini juga dialami oleh seorang blogger kecantikan asal Indonesia, Stella Lee.

Melansir dari Detik.com, Jumat (8/5/2020) alasan Stella Lee melakukan operasi plastik adalah untuk mempercantik bagian wajah yang tidak bisa didapatkannya dengan bantuan makeup. Stella melakukan operasi hidung atau rhinoplasty pada 2015 di Korea Selatan.

Awalnya, ia hanya berniat mengoperasi hidungnya karena dirasa flat, namun dokter bedahnya merekomendasikan untuk menambah panjang dagu hingga 2 mm agar bentuk wajah terlihat lebih seimbang dan terkesan dewasa.

Mengatasi masalah kesehatan
Selain untuk meningkatkan kecantikan, operasi plastik juga bermanfaat bagi mereka yang mengalami masalah kesehatan. Misalnya, seseorang dengan payudara yang terlalu besar sering mengalami nyeri punggung yang luar biasa, sehingga operasi plastik dianggap sebagai jalan keluarnya. Melansir dari salah saru sumber, seorang aktris tersohor yang terbuka soal operasi pengecilan payudaranya adalah Drew Barrymore.

Selain itu aktris cantik Cameron Diaz juga terbuka soal operasi hidung yang pernah dilakukannya. Ia menuturkan bahwa hal ini dilakukan karena hidungnya pernah patah, lalu sempat mengalami kesulitan bernapas akibat lubang hidung yang sempat mengecil.

Menunjang karier
Beberapa profesi menuntut kesempurnaan penampilan. Selain artis atau publik figur, ternyata menjadi calon pramugari juga dituntut untuk memiliki penampilan yang menarik. Hal tersebut dianggap wajar karena pramugari merupakan wakil dari aviasi.

Tapi di Korsel wanita yang bercita-cita menjadi pramugari mendapat tekanan lebih untuk terlihat cantik paling tidak dalam foto lamaran kerja.

Seperti melansir dari Detik.com, ahli bedah plastik Korsel dr. Choo Soo-young menuturkan bahwa di lingkungan masyarakat Korsel kompetisi menjadi cantik semakin parah. Jika seseorang punya wajah yang tidak cantik dan terlihat tua, mereka akan kalah dengan yang lainnya dalam kompetisi. Jadi agar bisa mengalahkan orang lain, mereka perlu mengubah wajah serta tubuhnya.

Meningkatkan percaya diri
Operasi plastik, terutama untuk tujuan estetika, dapat memberikan citra diri yang kuat dan positif. Bahkan hanya dengan sedikit perubahan penampilan luar saja dapat menciptakan perubahan besar dari dalam diri, yakni membiarkan rasa percaya diri seseorang tumbuh.

Menyadur dari Liputan6, sebuah penelitian dari Universitas Ruhr dan Universitas Basel yang dipublikasikan dalam jurnal Science Clinical Psychological, membuktikan bahwa operasi bedah plastik dapat meningkatkan kepercayaan diri pada seseorang.

Ingin terlihat seperti orang lain bahkan artis idola
Melansir dari salah satu sumber, penelitian terbaru yang dipublikasikan oleh JAMA Facial Plastic Surgery menyebutkan adanya peningkatan orang-orang yang membawa hasil retouch foto mereka dan meminta para ahli bedah plastik untuk mengubah wajahnya menjadi sebagaimana gambaran yang dibawa.

Selain itu, melansir dari Suara.com, seorang pria asal Inggris rela mengubah wajahnya agar terlihat seperi artis idolanya yaitu, Park Jimin, personel salah satu boyband Korsel BTS. Pria bernama Oli London ini bahkan telah melakukan operasi plastik sebanyak 15 kali dan biaya yang tidak sedikit agar terlihat mirip Jimin.

Efek samping operasi plastik yang paling umum adalah wajah membengkak, kemerahan, atau rasa nyeri setelah selesai prosedur. Selain risiko ini, juga ada kemungkinan timbulnya efek samping dari anestesi.

Namun biasanya semua efek ini akan mereda sendiri seiring waktu. Berikut beberapa efek samping operasi plastik serta komplikasi lainnya yang mungkin terjadi seperti dilansir hellosehat.com.

Hasil yang tidak sesuai
Mungkin ini adalah ketakutan terbesar dari setiap pasien operasi plastik. Bukannya mendapatkan wajah yang selama ini diimpikan, penampilan Anda bisa jadi malah tidak memuaskan

Bekas luka
Jaringan parut adalah bagian dari proses penyembuhan luka operasi. Luka parut dapat timbul akibat kerusakan kulitnya cukup signifikan sehingga mengubah jaringan normal kulit yang sedang dalam pemulihan.

Kemunculan jaringan parut tidak selalu dapat diprediksi, tetapi dapat dicegah dengan tidak merokok sebelum dan setelah operasi, menjaga pola makan dengan baik setelah operasi, dan mengikuti petunjuk pemulihan dari dokter.

Kerusakan saraf atau mati rasa
Dalam beberapa kasus, saraf dapat rusak atau terputus selama prosedur operasi plastik. Ketika saraf-saraf wajah terluka, hasilnya bisa menjadi membuat wajah tidak bisa berekspresi atau mata ptosis (kelopak mata atas turun)

Infeksi
Risiko infeksi luka setelah operasi dapat dipicu oleh bakteri yang masuk saat atau setelah proses operasi, hingga menyebabkan luka di bekas sayatan. Namun, peluang infeksi luka operasi termasuk kecil, hanya terjadi sebanyak 1-3% dari total kasus.

Hematoma
Hematoma adalah kumpulan darah di luar pembuluh darah. Kondisi ini dapat terjadi setelah operasi, membuat area yang dioperasi bengkak dan memar dengan kemunculan kantong darah di bawah kulit.

Dalam beberapa kasus, hematoma bisa cukup besar untuk menyebabkan rasa sakit dan bahkan menghambat aliran darah melalui area tersebut. Ahli bedah dapat memilih untuk mengeluarkan sebagian darah yang terkumpul dengan jarum suntik atau metode lain yang serupa.

Nekrosis
Kematian jaringan dapat disebabkan oleh operasi atau masalah yang timbul setelah prosedur. Dalam kebanyakan kasus, risiko nekrosis dari operasi plastik sangat kecil atau bahkan hampir tidak ada.

Perdarahan hingga Kematian
Seperti halnya prosedur operasi lainnya, perdarahan adalah efek samping yang dapat terjadi setelah operasi plastik. Perdarahan menjadi masalah ketika keluar berlebihan, atau berlanjut setelah luka seharusnya sembuh.

Kematian menjadi risiko operasi plastik yang paling jarang terjadi. Persentasenya bahkanmungkinkurang dari satu persen. Dalam banyak kasus, kematian pascaoperasi disebabkan oleh reaksi alergi terhadap obat anestesi.

Leave a reply "Jangan Sampai Operasi Plastik,Kirim ke semua orang yang kita sayangi, semoga kita semua bisa selalu hidup sehat"

Author: 
author