Sambil Menahan Sakit di Kakinya Nenek Wamen Jualan Nasi Aking Seharga 1000 Rupiah Demi Cari Nafkah

“Kalau tidak ada yang memberi nasi, nenek masih bisa puasa” ujar Nek Wamen lirih.Kebanyakan orang, ingin hdiup di masa tua dengan santai sembari bercanda bersama anak-anak atau cucunya. Diselingi juga dengan menghadiri pengajian bersama teman-teman lansia lainnya. Namun, tak semua orang bisa merasakan ketenangan hidup di masa tuanya.

Irulah yang mungkin dirasakan oleh Nenek Wamen. Sehari-harinya, Nenek Wamen harus bersusah payah menahan sakit di kakinya untuk mendapatkan uang.

Dilansir dari laman donasionline, Nenek Wamen diketahui hidup sendiri tanpa ada anak atau [un saudara yang menemani. Dengan langkah tergopoh-gopoh, Nenek Wamen berjalan membawa nasi aking dan menjajakannya ke rumah demi rumah yang ia lewati. Jika terllau lama berkeliling, Nek Wamen harus meringis menahan sakit di kakinya.

Hidup Nek Wamen hanya bergantung dari nasi yang diberi tetangganya. Nasi tersebut kemudian ia jemur hingga menjadi nasi aking. Setelah kering, ia kemudian menjualnya dengan harga hanya seribu rupiah saja. Harga yang tak sebanding dengan perjuangan yang harus ia lakukan.

Mirisnya, ketika tak ada loyang yang bisa dijual Nek Wamen benar-benar tak bisa membeli kebutuhan sehari-hari. Jika beruntung ada tetangga yang memberi nasi yang masih bagus, biasanya dimasak lagi menjadi nasi goreng untuk makan siang dan malam.

” Biar sekalian masaknya, nenek tidak kuat untuk jongkok, kakinya sakit” ujar nenek Wamen.Tak ada kegiatan lain, praktis aktifitas yang hanya ia lakukan setiap harinya hanyalah menunggu nasi akingnya terjual hanya untuk memenuhi kebuthan hidupnya.

Sebelum suaminya meninggal dunia 5 tahun lalu, Nek Wamen sempat tinggal di rumah kecil berukuran 2×3 meter. Namun, setelah suaminya tak ada, Nek Wamen justru tak diurus dan diusir oleh anaknya sendiri. Rumah peninggalan almarhum suaminya ini bahkan dijual oleh anaknya.

Meskipun keadaanya sangat susah, untuk makan saja hanya dengan nasi yang diberi tetangga . Nenek Wamen tidak pernah mengeluh dengan keadaanya.

” kalau tidak ada yang memberi nasi, nenek masih bisa puasa” ujarnya lirih.

Meski kondisi kakinya sedang sakit, Nek Wamen diketahui selalu berusaha menjalankan salat di musholla. Namun, jika sedang tak kuasa menahan sakit di kakinya, ia terpaksa salat di rumahnya.

Perjuangan Nek Wamen memang luar biasa. Meski di tengah keadaan sulitnya, ia tetap berusaha sekuat tenaga demi mencari nafkah. Namun, besar harapannya untuk bisa hidup lebih layak agar bisa menjalani masa tua dengan lebih bahagia. Yuk, mari bantu ringankan beban Nek Wamen memlalui libk berikut ini.

 

Leave a reply "Sambil Menahan Sakit di Kakinya Nenek Wamen Jualan Nasi Aking Seharga 1000 Rupiah Demi Cari Nafkah"

Author: 
author