Kisah Pilu Kakek Penjual Martabak Hidup Hanya dengan Istri, Rela Bekerja Meski Stroke

Kisah pilu dialami oleh seorang kakek di Medan, Sumatra Utara (Sumut). Di usianya yang kini sudah renta, kakek ini masih harus berkeliling berjualan martabak untuk mencukupi kebutuhan hidup.

Kisah kakek ini beredar di media sosial usai diunggah oleh akun Facebook Novi Handayani pada Minggu (23/8) lalu dan diunggah kembali oleh akun Instagram @smart.gram pada Kamis (27/8).
Menurut unggahan tersebut, diketahui kakek ini biasa berjualan di kawasan Tembung, Medan, Sumut. Kakek ini terpaksa tetap jualan martabak telur meski kondisinya sangat memprihatinkan.

Berjualan Martabak Meski Sudah Tua Renta

Kakek ini diketahui berjualan martabak telur sekitar jam 4 sore setiap harinya. Ia berkeliling mendorong gerobaknya di kawasan daerah Tembung atau Simpang Bandar Setia.

Meski sudah tua renta, kakek yang tak disebutkan namanya ini masih mau berjuang bersusah payah mencari nafkah dengan berjualan dan tidak mengemis.

“Buat yang pernah melintas di daerah Tembung seputaran sebelum jembatan besar Tembung ato simpang bandar setia,kalau melihat bapak ini Tolonglah sekedar singgah membeli Martabak Telur bapak ini,dia berjual sekitaran jam 4 sore di daerah situ berkeliling,” tulis unggahan tersebut.

Sudah Renta

Berjualan di tengah kondisi fisik yang memprihatinkan, kakek ini sudah tak sanggup berjalan jauh mendorong gerobaknya.

Kakek ini bahkan tidak sanggup berdiri untuk membalikkan telur dadar saat melayani pembeli. Ia pun sampai harus meminta bantuan si pembeli untuk mengambil kursi yang selalu Ia gantung di gerobaknya.

“Bapak ini sudah tua renta dan gak sanggup berjalan jauh mendorong gerobaknya, bahkan pas ketika saya beli dia gak sanggup berdiri tuk membalikkan telur dadarnya dan minta saya mengambil kursi yg selalu digantung digrobaknya,” lanjut tulisan di unggahan itu.

Bekerja Demi Istri yang Sedang Sakit

Saat ditanya mengapa masih berjualan, kakek ini dengan raut wajah sedih menjawab Ia harus tetap berjualan agar Ia dan istrinya yang sedang sakit di rumah tetap bisa makan.Ia ternyata hanya hidup berdua dengan istrinya karena tidak memiliki anak.

Sakit Stroke

Kakek ini bercerita, sebelumnya Ia sudah dua bulan tidak bisa berjualan martabak karena sakit stroke. Namun, kini Ia tak punya pilihan lain selain mulai kembali berjualan agar bisa tetap memenuhi kebutuhan hidupnya bersama sang istri meski belum pulih sepenuhnya dari stroke yang Ia derita.

“Kakek udah 2 bulan gak jualan karna sakit strok ringan dan br bisa ini hari jualan lagi, dengarnya saya sedih dengan melihat muka kakek yg terlihat tak sehat karna strok ringan yg masih terlihat wajahnya,” tulis unggahan tersebut.

Komentar Warganet

Unggahan ini sontak membuat warganet yang menyaksikan ikut iba dengan kondisi kakek tersebut. Banyak warganet yang mendoakan kesehatan dan agar sang kakek bisa dimudahkan rezekinya.

Tak sedikit juga warganet yang menanyakan keberadaan pasti kakek tersebut karena ingin singgah dan membeli martabaknya.

“Sedih liatnya.semoga allah selalu memberikan kesehatan n dlimpahkan rezeki unt sang kakek.amiiin,” tulis akun Nining S.

“Jangan didelete ya mbak. Manatau saya lupa dengan alamatnya, saya ingin singgah juga kesana,” tulis akun Bennok.

Leave a reply "Kisah Pilu Kakek Penjual Martabak Hidup Hanya dengan Istri, Rela Bekerja Meski Stroke"

Author: 
author