Ritual Mandi Telanjang Bersama, MUI Cap Hakekok Balakasuta Aliran Menyimpang

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pandeglang, Banten, mempelajari ajaran dari aliran Hakekok Balakasuta dan mengatakan bahwa aliran ini melenceng jauh dari ajaran Islam. “Jelas itu menyimpang, udah terlalu jauh itu. Ritual seperti itu tidak dibenarkan karena tidak sesuai dengan ajaran Rasulullah,” kata Sekretaris MUI Pandeglang, Abdul Ghaffar, Jumat (12/3/2021).

Meski dianggap menyimpang, MUI Pandeglang melalui MUI Kecamatan Cigeulis dan DMI akan membina para pengikut ajaran tersebut agar bersedia kembali mempelajari ajaran yang baik. “Pembinaan itu harus tetap dilakukan. Insya allah kami, bersama MUI Kecamatan Cigeulis dan DMI akan melakukan pembinaan,” pungkasnya, melansir Bantenhits (jaringan Suara.com).

Dikabarkan sebelumnya, petugas kepolisian mengamankan 16 warga yang tengah melakukan ritual mandi bersama tanpa busana di wilayah Kecamatan Cigeulis. Dari total semua pengikut ajaran itu, ada satu orang yang bertugas sebagai pimpinan aliran Hakekok Balakasuta. Pria berinisal A (52) itu merupakan warga Kecamatan Cimanggu. Tidak hanya mengajak pengkitu yang sudah dewasa dan sepuh untuk mandi bersama. Ajaran ini juga mengajak tiga anak yang masih dibawah umur untuk turut mandi bersama.

 

Leave a reply "Ritual Mandi Telanjang Bersama, MUI Cap Hakekok Balakasuta Aliran Menyimpang"

Author: 
author