Kasus Abu Janda Putra Mbah Moen: Hukum Harus Ditegakkan

151 views


JAKARTA – Mabes Polri memastikan proses hukum terhadap Permadi Arya alis Abu Janda terus berlangsung. Sebelumnya, eks Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai dan Permadi Arya atau Abu Janda diketahui telah bertemu yang ditengahi oleh Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad di Hotel Fairmont, Senayan, Jakarta, kemarin.

Pertemuan itu menyedot perhatian. Pasalnya, di Bareskrim Polri tengah bergulir penyelidikan dugaan rasisme yang dilakukan Abu Janda kepada Natalius Pigai.Gus Wafi Maimun Zubair, Pengasuh Ponpes Darussohihain Sragen, Mursyid Thoriqoh Syadziliah, mengatakan, hendaknya proses hukum tetap berjalan meskipun yang bersangkutan sudah minta maaf.

Meskipun sudah minta maaf, proses hukum diminta tetap berjalan, karena tidak hanya kali ini abu janda melecehkan Islam, dulu yang bersangkutan lantang menyebutkan teroris punya agama dan agamanya Islam. Abu Janda juga melontarkan pernyataan rasis kepada Natalius Pigai, ujarnya dilansir Sindonews, Selasa (9/2/2021).Putra almarhum KH Maimun Zubair (Mbah Moen) ini juga mendukung penuh langkah Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) yang melaporkan Abu Janda ke Bareskrim Mabes Polri.

Menurut dia, penegakan hukum menjadi prasarat terwujudnya persatuan dan kesatuan. “Saya minta untuk tetap mengawal sampai hukum benar-benar ditegakkan,” tandasnya.Sebelumnya, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono mengungkapkan, proses hukum di Bareskrim Polri soal terlapor Abu Janda sampai saat ini masih terus bergulir.

Ya terus saja, mereka seperti itu (bertemu) penyidik kan terus berjalan juga. Proses berjalan, kata Rusdi di Gedung Divisi Humas Polri, Jakarta Selatan.Menurut Rusdi, pihaknya belum mau ambil pusing ataupun keputusan apapun yang mengganggu proses penyelidikan setelah adanya pertemuan kedua belah pihak tersebut.Sampai saat ini laporan itu masih ditindaklanjuti oleh penyidik Bareskrim,” ujar Rusdi

Leave a reply "Kasus Abu Janda Putra Mbah Moen: Hukum Harus Ditegakkan"

Author: 
author