Kisah Hidup Susi Pudjiastuti, Putus Sekolah jadi Pengepul Ikan di Pangandaran

Usai penetapan Edhy Prabowo sebagai tersangka, nama Susi Pudjiastuti kembali mencuat di media sosial Twitter. Bahkan menjadi trending topic. Banyak netizen ingin pengusaha ikan asal Pangandaran, Jawa Barat itu layak kembali menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan.

Pada periode pertama pemerintahan Joko Widodo, mantan Menteri KKP Susi dinilai berhasil. Meski kala itu pengangkatannya sebagai menteri sempat muncul pro dan kontra, lantaran Susi berbekal ijazah SMP.

Namun siapa sangka, sebelumnya ibu tiga anak itu memiliki deretan penghargaan penting. Serta mengikuti ujian kesetaraan, saat dirinya telah menjadi menteri. Sepak terjangnya menjalani getirnya kehidupan memang mengagumkan.

Berikut kisah inspiratif Susi Pudjiastuti yang putus sekolah dan jadi pengepul ikan.

Satu-satunya Menteri Berijazah SMP
Susi Pudjiastuti menjadi satu-satunya menteri dalam Kabinet Kerja, yang tak pernah mengenyam pendidikan tinggi formal. Wanita nyentrik yang didapuk menjadi Menteri KKP ini tidak lulus SMA, alias cuma berijazah SMP.

Bukan tanpa sebab, ia memutuskan berhenti dari bangku kelas 2, dari sekolah teladan di Kota Pelajar. SMAN I Yogyakarta telah mengeluarkan Susi lantaran aktif dalam gerakan golput.

Pada masa itu, 1980-an atau era Orde Baru, gerakan golput merupakan hal terlarang.

Jadi Pengepul Ikan
Setelah tidak bersekolah lagi, Susi memutuskan untuk mulai mencoba peruntungan sebagai pengusaha, layaknya orangtua dan kakeknya. Ia memulai berkarier menjadi pengepul ikan di Pangandaran, Jawa Barat.

Bermodal Rp750 ribu hasil menjual perhiasan, pada 1983 ia mulai terjun ke bisnis. Seiring berjalannya waktu, kesuksesan dari hasil perjuangannya kian terlihat.

Hingga di tahun 1996 Susi mampu mendirikan pabrik pengolahan ikan PT ASI Pudjiastuti Marine Product. Keunggulannya yang terkenal kala itu ialah lobster dengan merek “Susi Brand”.

Patut diketahui, orangtua Susi sama-sama berasal dari Jawa Tengah. Namun sudah lima generasi tinggal di Pangandaran. Keluarganya memiliki usaha ternak yang diperdagangkan di Jawa Barat.

Bisnis pengolahan ikannya mulai meluas dengan pasar hingga Asia dan Amerika. Susi memerlukan sarana transportasi udara yang mampu dengan cepat mengangkut lobster, ikan, dan hasil laut lain pada pembeli dalam keadaan masih segar.

Pada 2004, ia memutuskan membeli dua buah pesawat Cessna Caravan dari hasil uang pinjamannya. Sehingga kualitas lobster dan hasil laut yang dijualnya lebih segar dan tingkat kematian yang rendah.

Tidak berselang lama, tsunami Aceh melanda. Hingga akses transportasi terputus. Susi berinisiatif membantu meminjamkan pesawatnya untuk mengirim bantuan ke Aceh.

 

Saat hendak ditarik, pihak organisasi kemanusiaan mengaku ingin menyewa. Dari situlah Susi tersirat untuk memiliki lebih banyak pesawat sebagai ajang bisnis baru.

Tahun 2012, Susi tercatat telah memiliki perusahaan penerbangan dengan mengoperasikan sekitar 50 pesawat dengan berbagai tipe.

Deretan Penghargaan
Meskipun hanya hanya lulusan SMP, Susi telah menerima banyak penghargaan besar. Di antaranya Pelopor Wisata dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Barat tahun 2004, Young Entrepreneur of the Year dari Ernst and Young Indonesia tahun 2005, serta Primaniyarta Award for Best Small & Medium Enterprise Exporter 2005 dari Presiden Republik Indonesia.

Serta pada 2006, Susi mendapatkan Metro TV Award for Economics, Inspiring Woman 2005 dan Eagle Award 2006 dari Metro TV, Indonesia Berprestasi Award dari PT Exelcomindo dan Sofyan Ilyas Award dari Kementerian Kelautan dan Perikanan pada tahun 2009.

Namanya kian mencuat di publik sebagai pengusaha wanita sukses. Tapi setelah ditunjuk jadi menteri, Susi mengaku khawatir tidak bisa lagi teriak seperti saat masih jadi pengusaha.

“Satu hal saya khawatirkan, kalau saya jadi menteri, saya tak bisa teriak-teriak ke menteri lainnya. Now, I do not anymore,” kata Susi saat konferensi pers di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Minggu (26/10/2014) lalu.

Meski tidak dijelaskan secara rinci maksud tersebut. Namun bisa berkaitan dengan sejumlah kebijakan pemerintah yang dinilai kurang menguntungkan pengusaha.

Disebut Layak Jadi Menteri KKP Lagi
Politikus PDIP yang juga Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo menilai Susi pantas mengisi posisi Menteri KKP. Usai Edhy Prabowo ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (25/11) dini hari. Tentunya terjadi kekosongan kursi, yang disebut-sebut masyarakat, layak diduduki oleh Susi kembali.

Kendati demikian, Rudy meminta masyarakat untuk tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah dalam kasus tersebut. “Dengan adanya kekosongan seperti itu, saya sangat setuju Bu Susi diangkat kembali menjadi Menteri KKP,” katanya disela mengikuti acara pemusnahan narkoba di Kejaksaan Negeri Surakarta, Kamis (26/11).

Susi Punya Loyalitas dan Berhasil Jadi Menteri
Meski seorang perempuan, Rudy menyampaiakan pujiannya. Susi mempunyai loyalitas terhadap pimpinan dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Jadi kalau kita memilih pembantu itu, bukan kepinterannya saja. Namun juga loyalitasnya. Kalau sudah loyal, pasti tidak akan membuat kerugian terhadap diri sendiri maupun negara dan bangsa Indonesia,” jelasnya.

“Harapan saya, kalau KKP itu ada kekosongan benar, tidak salah lah kalau mau mengangkat Bu Susi kembali,” imbuh Rudy.

Sebelumnya, KPK telah menetapkan Menteri KKP Edhy Prabowo sebagai tersangka, bersama enam orang lainnya. Sementara posisi menteri KKP dijabat oleh Luhut Binsar Pandjaitan sebagai Menteri KKP Ad Interim.

Leave a reply "Kisah Hidup Susi Pudjiastuti, Putus Sekolah jadi Pengepul Ikan di Pangandaran"

Author: 
author