Kisah Bos Jalan Tol Jusuf Hamka Masuk Islam

323 views

merupakan pengusaha sukses kenamaan dari Indonesia berdarah Tionghoa. Meski telah menjadi sosok kaya raya dengan harta berlimpah, ia tetap menjadi pengusaha jalan tol yang selalu rendah hati dan dermawan.

Ditambah lagi, kisah perjalanan hidupnya yang begitu menginspirasi. Termasuk saat ia mulai memberanikan diri belajar agama Islam.

Dia mengisahkan saat dirinya memutuskan belajar dan berniat masuk agama Islam. Saat itu dia bertemu langsung dengan ulama besar, Buya Hamka yang kemudian mengangkatnya menjadi anak.

Awalnya dia mengatakan mau masuk Islam kepada Buya Hamka. Namun, dia berniat esok hari masuk Islam. Sontak Buya Hamka langsung memintanya membaca syahadat saat itu juga. Buya tak mau menunda hingga esok.

Pria yang terlahir dengan nama asli Alun Josef itu mengaku sangat bahagia bisa menjadi bagian keluarga Buya Hamka. Bahkan dia sampai-sampai diberi nama Islam Jusuf Hamka.

“Beliau mengangkat saya sebagai anak biologisnya. Makanya diberi nama Jusuf Hamka. Jadi ini sesuatu yang luar biasa. Jadi namanya sudah dikasih,” kata Jusuf seperti dikutip dari channel YouTube CERITA UNTUNGS.

Pesan dari Buya Hamka
Ada sebuah pesan yang dipegang teguh oleh Jusuf dari mendiang sang ayah sambungnya, Buya Hamka. Buya meminta Jusuf untuk menyebarkan kebaikan Islam pada teman-teman sesama keturunan Tionghoa. Hal itu harus agar supaya mereka kembali mengenal agama leluhurnya yakni Islam.

Diketahui, etnis Tionghoa dulu banyak yang beragama Islam. Mereka juga menjadi penyebar Islam ke berbagai belahan dunia. Salah satu yang paling terkenal adalah panglima perang China, Laksamana Cheng Ho.

“Pesan beliau, berdakwah di kalangan teman-teman keturunan Tionghoa. Ajak mereka kembali ke leluhur mereka. Agama leluhur mereka adalah Islam katanya, itu pesan beliau,” ujar Jusuf.

Etnis China Sebarkan Islam
Ketertarikan dan kemantapan Jusuf Hamka mempelajari Islam, juga disebabkan kisah masa lalu dari China.

“Cheng Ho? Muhammad Cheng Ho, Sam Poo Kong yang ada di Semarang di sisi pantai utara itu panglima besar China yang beragama Islam,” papar Jusuf.

“Hadisnya saja berkata, tuntutlah ilmu walau sampai ke negeri China. Kenapa itu Nabi (minta) kita (tuntut ilmu) harus negeri China, pasti (Islam) sudah masuk ke sana (China) dulu. Nggak masuk ke Amerika dulu atau negeri kita dulu. Karena orang China populasinya banyak, bertebaranlah kemana-mana dan membawa Islam sampai di sini,” jelasnya.

Dari Majalah Berujung Kenal Buya Hamka
Jusuf menceritakan sebenarnya dirinya sudah ingin masuk ke agama Islam sejak lama. Namun ada ketakutan dan keraguan dengan keluarga. Tapi rasa beraninya muncul, usai membaca sebuah majalah yang menceritakan kisah seorang pengusaha yang mualaf.

“Jadi itu semua karena Allah juga. Saya baca majalah, ada seorang pengusaha masuk Islam di Al-Azhar. Terus saya sebenarnya sudah dikhitan duluan waktu itu. Ingin masuk Islam di Samarinda, tapi saya belum berani. Karena keluarga saya belum muslim semua,” ucap Jusuf.

Langsung Disuruh Masuk Islam oleh Buya Hamka
usuf lantas menuju Al-Azhar di Jakarta, untuk mencari tahu soal Islam, serta runtutan menjadi mualaf. Dia lantas dibawa bertemu Buya Hamka di kediamannya. Di sana dia menyatakan ingin masuk Islam tapi tidak hari itu. Namun, Buya Hamka memintanya saat itu juga bersyahadat masuk Islam.

“Akhirnya setelah saya baca itu, saya memberanikan diri. Saya datang ke Al-Azhar. Waktu itu Imam di sana, Ustaz Zaini membawa saya ke rumah ketua Al-Azhar, yaitu Buya Hamka. Saya bilang mau masuk Islam. Dia bilang, ‘Kamu harus masuk hari ini’. Saya bilang, besok. Saya mau belajar dulu,” ungkap Jusuf.

Buya Hamka Takut Dosa
Alasan kuat yang membuat Buya Hamka meminta Jusuf untuk segera masuk Islam, karena ia takut ikut berdosa. Semisal ada sosok yang sudah mantap mualaf tapi menunda dan keburu meninggal, Buya Hamka merasa dosanya ikut terbagi.

“Nggak boleh katanya. ‘Kalau kamu pulang, kamu meninggal kafir, dosanya sama Buya’. Langsung itu, beliau minta ‘Ikutin saya saja baca dua kalimat syahadat’. Bismillah deh, ini nggak apa-apa?. Iya nggak apa-apa,” cerita Jusuf.

Selalu Ingat Pesan Buya Hamka

Sampai saat ini Jusuf Hamka tak tahu alasan yang mendasari Buya Hamka mau menambahkan namanya di belakang nama Islam Jusuf. Namun yang paling terngiang, terkait pesan terakhir Buya untuk terus berdakwah.

“Saya juga nggak tahu apa yang menggerakkan beliau, sehingga beliau mau memberikan namanya. Suhu saya menyuruh saya untuk berdakwah di kalangan teman-teman Tionghoa, kembali mengajak kembali ke agama leluhur, yakni Islam,” ujar Jusuf.

Tahu Islam saat Masih Kecil

Saat masiih kecil Jusuf Hamka sudah hidup di perkampungan kecil. Banyak temannya yang berasal dari agama Islam dan kerap diminta orangtuanya untuk salat dulu baru boleh main.

Rasa penasaran muncul pada diri Jusuf pada agama Islam. Meski semasa sekolah ia selalu belajar agama Buddha dan Kristen, tapi dia belum pernah sama sekali menjamah ilmu Islam.

“Saya suka tanya sama teman-teman, apa sih salat itu? Ngucapin terima kasih sama Tuhan. Terus saya lihat hidup saya, pernah di sekolah ekskulnya agama Buddha, belajar agama Kristen. Islam malah nggak pernah. Tapi kok rasanya yang cocok dengan saya, merasa lebih cocok. Banyak yang bilang agama Islam, agamanya orang miskin,” paparnya.

Leave a reply "Kisah Bos Jalan Tol Jusuf Hamka Masuk Islam"

Author: 
author