Nikah Usia Belia di Malaysia, Berawal dari Kisah Jual Beli Online

77 views


membuat pasangan remaja yang masih berusia 17 tahun dan 15 tahun dinikahkan.

Pernikahan mereka sempat viral beberapa hari lalu, karena ramai menyebut mereka terlihat dewasa.

Dilansir dari Harian Metro, Kamis (31/12/2020), pengantin usia belia menjelaskan awalnya mereka tidak menyangka akan menjadi pasangan suami istri pada usia demikian.

 

“Kami sendiri tidak menyangka bisa jadi suami istri pada masa remaja.

Tapi yakin Allah sudah menetapkan jodoh kami datang lebih awal,” demikian jawaban pengantin remaja, Nurin Irdina Mohd Muhizan (15 ) dan Ahmad Faris Umar Alwi (17).

Saat ditemui di rumah Ahmad Faris Umar, di Taman Kenanga, Johor Bahru, Johor, Malaysia oleh media setempat.

 

Pengantin baru yang menikah 10 hari lalu itu tampak berseri-seri dan masih malu-malu dengan inai yang masih merah di jarinya.

Nurin Irdina menuturkan, dirinya dan suaminya bertemu delapan bulan lalu dan saling berkomunikasi lewat ponsel sebelum hubungannya diketahui keluarga Ahmad Faris Umar.

Menurut mantan siswa Sekolah Menengah Kebangsaan Dato ‘Mahmud Paduka Raja, keluarga Ahmad Faris Umar datang menemui keluarganya.

Menyarankan agar mereka bersatu untuk melegalkan hubungan tersebut.

 

“Ketika saya diberitahu tentang hal itu, saya sedikit terkejut dan tidak berpikir bahwa keluarga akan membuat keputusan seperti itu tetapi saya tidak keberatan dan sedikit bersemangat.

“Semua persiapan dilakukan dalam waktu dua bulan dan semuanya dipermudah hingga pada tanggal 20 Desember 2020, saya resmi berstatus istri,” katanya.

Nurin, merupakan anak tertua dari lima bersaudara dan telah putus sekolah namun masih akan mengikuti Sijil Pelajaran Malaysia (SPM) selama dua tahun lagi di sekolah swasta.

Pernikahan kedua remaja itu mulai menjadi perbincangan ketika video dan foto mereka yang mengenakan gaun pengantin diposting di media sosial.

Bahkan mengundang perdebatan di kalangan netizen tentang pernikahan mereka yang berlangsung di usia muda.

Dalam foto yang dibagikan di situs sosial, mereka mengenakan kain songket biru saat upacara dan resepsi yang diadakan di sebuah restoran milik keluarga Ahmad Faris Umar.

Ahmad Faris Umar yang juga mantan pelajar Sekolah Menengah Agama (Arab) Rahmaniah Paloh, menuturkan, kenalannya dengan sang istri pada awalnya adalah sebagai pembeli dan penjual online.

Ia yang pertama kali membeli kabel telepon dari Nurin Irdina bertemu setelah barang yang dipesannya dikirim ke rumah dan sejak saat itu sudah dihubungi melalui ponsel.

“Begitu saya mendengar anjuran ibu saya, agar saya menikah, saya tidak percaya dan mengira itu lelucon tapi ketika saya tahu itu serius, saya langsung setuju.

“Saat ini kami bolak-balik ke rumah saya, sedangkan rumah Nurin di Kampung Chawas, tidak jauh dari sini dan saya dulu bekerja dengan perusahaan ayah saya yang menjalankan bisnis real estate tetapi sekarang akan fokus ke bisnis online dengan istri saya,” kata anak bungsu dari tujuh bersaudara.

Sementara itu, ibu Ahmad Faris Umar, Zalaha Hassan (56) mengatakan keputusan menikahkan anak bungsunya itu sejalan dengan sang suami, Alwi Ismail (63) yang ingin segera melegalkan hubungan tersebut.

Dia mengatakan bahwa suaminya adalah orang yang tegas.

Begitu dia tahu kedua remaja itu berhubungan bahkan melalui telepon, tanpa berpikir panjang mereka langsung memutuskan untuk melegalkan hubungan tersebut.

“Faktor usia muda bukan menjadi masalah besar bagi kami dan yang lebih penting adalah melegalkannya karena saat ini banyak isu sosial yang semakin kontroversial dan setidaknya itu cara terbaik bagi keduanya,” ujarnya

Leave a reply "Nikah Usia Belia di Malaysia, Berawal dari Kisah Jual Beli Online"

Author: 
author