Sebelum Terlambat, Kenali Gejala Alergi Wijen pada Bayi dan Cara Mengatasinya

Sama seperti orang dewasa, bayi bisa memiliki alergi terhadap zat-zat tertentu. Alergi ini bisa berasal dari lingkungan, konsumsi obat-obatan, makanan dan minuman, maupun genetik.Pada sebagian bayi, alergi dapat muncul sejak ia masih berusia sangat dini. Risiko yang ditimbulkan dari alergi ini tentu harus dicegah dan ditangani dengan tepat.

Cara paling awal untuk mencegah risiko alergi tersebut adalah dengan mengetahui zat apa yang menjadi penyebab terjadinya alergi. Bunda bisa mendeteksinya terutama pada saat bayi mulai mengonsumsi MPASI.
Berhati-hatilah saat memberikan makanan dan minuman kepada bayi, termasuk yang mengandung wijen. Meskipun wijen banyak digunakan sebagai bahan masakan, tetapi alergi terhadap wijen dapat mengancam nyawa.

Tentu Bunda tidak ingin buah hati berada di dalam bahaya, bukan?

Lantas, seberapa besar potensi alergi wijen pada bayi? Bagaimana gejala yang ditimbulkannya? Melansir dari Today’s Parent, berikut beberapa rangkuman penjelasannya untuk Bunda.
Bagaimana Alergi Wijen pada Bayi Bisa Terjadi?

Jika bayi Bunda mengalami reaksi ringan terhadap wijen untuk yang pertama kalinya, seperti adanya ruam pada kulit, maka tunggulah beberapa saat. Perhatikan setiap perubahan yang terjadi pada tubuh si kecil. Sembari menunggu, Bunda juga harus menghubungi dokter untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Apabila Bunda membawa si kecil ke rumah sakit, ia mungkin akan mendapatkan epinefrin, yaitu obat untuk menghentikan reaksi alergi yang ia alami. Tidak hanya itu, ia juga mungkin akan diberi antihistamin dan steroid. Namun, tetap pastikan agar selalu dalam pantauan tim medis hingga kondisinya benar-benar membaik.

Adakah Obat Khusus untuk Mengatasi Alergi wijen?
Sayangnya, hingga saat ini masih belum ada obat khusus yang dapat mengobati alergi wijen. Kendati demikian, dokter akan memberikan imunoterapi oral, di mana bayi akan diberikan dosis alergen yang meningkat secara bertahap untuk membangun toleransinya. Perawatan ini harus dilakukan di bawah pengawasan ahli alergi.

Perawatan imunoterapi alergen sudah sering diberikan pada mereka yang alergi terhadap kacang-kacangan. Namun, belum dipelajari secara sistematis pada alergi terhadap biji wijen. Meskipun begitu, bukan tidak mungkin seiring dengan perkembangan zaman, alergi wijen dapat diatasi secara lebih spesifik di dunia medis.

Biji wijen, baik itu wijen putih atau hitam. Biji wijen biasanya ditemukan di dalam makanan yang dipanggang, salad, sereal, makanan ringan, serta produk-produk vegetarian.Selain itu, dalam banyak hidangan terutama masakan Asia, minyak wijen juga merupakan bahan umum yang sering digunakan. Oleh karenanya, sebagai orangtua, Bunda harus lebih cermat dalam memilih bahan makanan, memasak atau ketika makan makanan dari luar.

Bunda, itulah informasi mengenai alergi wijen pada bayi. Apakah si kecil juga mengalami alregi yang sama? Jika iya, Bunda disarankan untuk segera periksakan si kecil ke dokter agar bisa mendapat diagnosis tepat untuk menangani kondisinya.

Leave a reply "Sebelum Terlambat, Kenali Gejala Alergi Wijen pada Bayi dan Cara Mengatasinya"

Author: 
author