Jangan Salahkan Diri Sendiri, Ini 9 Tips Mengatasi Rasa Kehilangan Akibat Stillbirth!

Elizabeth Czukas, RN, MSN, seorang perawat yang ahli di bidang kebidanan dan perawatan antepartum memberikan tips berikut untuk menghadapi rasa kehilangan.Tips Mengatasi Rasa Kehilangan Akibat Stillbirth

1. Tidak Apa-apa untuk Bersedih
Bunda terikat dengan bayi dalam kandungan selama berbulan-bulan, bahkan tanpa melihatnya secara langsung. Sembari menunggu kelahirannya, Bunda pun bertanya-tanya seperti apa rupa si kecil nantinya, bagaimana suaranya, dan kepribadiannya?


Lalu tiba-tiba Bunda harus menghadapi kenyataan harus berpisah dengan si kecil bahkan sebelum sempat mendengar tangisnya. Tentu ini menjadi sebuah pukulan berat bagi Bunda dan pasangan.Bunda mungkin merasa tidak bisa bersedih di hadapan orang-orang karena takut membuat mereka tidak nyaman, tetapi Bunda berhak berduka atas kehilangan itu. Jadi jangan mencoba menyesuaikan diri dengan perasaan orang lain saat berhubungan dengan perasaan kehilangan.

2. Jangan Menyalahkan Diri Sendiri
Dalam kondisi ini, memang sulit untuk tidak merasa bersalah. Bunda pun mulai memikirkan hal-hal yang seharusnya dilakukan dan tidak dilakukan, sepeti seandainya saja saya ke rumah sakit lebih awal, atau alau saja saya lebih berhati-hati, dan lain sebagainya.

Faktanya, stillbirth bukanlah salah siapa pun. Apapun yang Bunda lakukan tidak ada yang mungkin membuat perbedaan. Mendapatkan jawaban mungkin merupakan cara terbaik untuk menghilangkan rasa bersalah itu, jadi bicarakan dengan dokter untuk menemukan penyebab stillbirth yang Bunda alami.Iya, penjelasan dokter tidak akan mengembalikan bayi yang telah hilang, tetapi dapat membantu Bunda menyiapkan masa depan dan membuat pikiran sedikit lebih tenang.

3. Mengatasi Rasa Kehilangan Akibat Stillbirth dengan Mencari Tahu
Apa yang terjadi dengan bayi saya? Mengapa? Apakah ada yang saya lakukan untuk membuat ini terjadi? Akankah itu terjadi lagi? Bunda mungkin tidak akan pernah tahu persis jawabannya.Akan tetapi, dokter mungkin dapat membantu dengan memberi banyak pertanyaan tentang riwayat kesehatan pribadi dan keluarga. Sebelum Anda pulang dari rumah sakit, dokter mungkin menyarankan beberapa pengujian tambahan untuk menentukan apakah kesehatan Bunda berdampak pada kehamilan.Prosedur itu mungkin terdengar kurang menyenangkan di tengah rasa duka. Namun, mengetahui apa yang terjadi dapat membantu Bunda berdamai dengan kenyataan.

4. Beri Nama Bayi Anda
Meskipun si kecil tidak lagi bersama Bunda, ada baiknya jika memberinya nama untuk menghormati ia sebagai pribadi dan wujud rasa cinta.Bunda bisa memberinya nama yang telah dipertimbangkan sebelumnya atau memilih nama baru yang lebih spesifik yang mewakili kehilanga, seperti Malaikat, Surga, atau Bintang. Pilihlah satu nama yang menurut Bunda nyaman untuk diucapkan dan ditulis di batu nisan (jika si kecil dimakamkan).

5. Sepulang dari Rumah Sakit
Pulang dari rumah sakit dengan membawa hati yang patah memang tidak mudah. Bunda mungkin merasa seperti kehilangan koneksi terakhir dengan si kecil dan merasa khawatir saat melihat semua perlengkapan bayi yang telah disiapkan di rumah.Di situasi ini, ikuti insting. Jika Bunda ingin teman atau anggota keluarga terpercaya masuk ke rumah sebelum Anda sampai di sana untuk mengambil semua barang bayi, beritahu mereka. Namun, jika Bunda tidak ingin itu terjadi, bicaralah.Terkadang anggota keluarga mencoba membantu dengan memindahkan barang-barang bayi tanpa sepengetahuan Bunda. Mereka mungkin berniat baik, tetapi jika itu bukan yang Bunda inginkan, pastikan untuk memberitahukannya.

6. Ekspresikan Diri untuk Mengatasi Rasa Kehilangan Akibat Stillbirth
Berduka bisa sangat membebani dan melelahkan. Pada awalnya, mungkin sulit untuk mengungkapkan perasaan Bunda, bahkan Anda sendiri tidak tahu persis apa yang dirasakan.Jika curhat pada orang lain bisa membuat Bunda merasa nyaman, lakukanlah. Namun, jika Bunda merasa lebih nyaman dengan menyendiri, pertimbangkan untuk membuat jurnal, membuat scrapbook, membuat taman peringatan, atau melakukan aktivitas kreatif lainnya yang bermakna.

7. Pemakaman
Pemakaman adalah bagian penting dari mengucapkan selamat tinggal kepada seseorang yang dicintai ketika ia meninggal. Ikut memakamkan bayi mungkin bisa sedikit membantu Bunda untuk lebih siap berpisah dengannya. Tak lupa kirimkan doa dan sampaikan rasa cinta untuknya.

8. Saling Mendukung dengan Pasangan
Bukan hanya Bunda yang berduka atas peristiwa stillbirth,Ayah juga. Laki-laki dan perempuan cenderung menunjukkan kesedihan mereka dengan cara yang sangat berbeda, sehingga sulit bagi mereka untuk mengetahui cara mendukung satu sama lain.

Bersabar, mendengarkan, dan menghormati rasa sedih satu sama lain adalah kunci untuk menemukan jalan Anda melalui peristiwa kehilangan ini bersama-sama.

9. Menjaga Kesehatan
Perasaan sedih sering kali membuat aktivitas harian seperti makan dan tidur menjadi sulit. Oleh karena itu, penting untuk tetap merawat diri sendiri karena tubuh Anda sedang rentan saat ini.Bunda harus memulihkan diri dari semua perubahan hormonal dan fisik selama kehamilan sekaligus berduka cita. Makanlah makanan bergizi, minum air dan beristirahat yang cukup. Dengan demikian, Bunda dapat fokus pada kesehatan emosional.Semoga tips di atas dapat membantu Bunda mengatasi kehilangan akibat stillbirth. Jika Bunda merasa kesedihan itu menjadi lebih serius, seperti depresi klinis atau kecemasan, jangan ragu untuk mencari bantuan profesional.

Leave a reply "Jangan Salahkan Diri Sendiri, Ini 9 Tips Mengatasi Rasa Kehilangan Akibat Stillbirth!"

Author: 
author