Joging di Pinggir Jalan Raya, Ketahui Dampaknya bagi Kesehatan

66 views

Lari atau joging di pinggir jalan kini jadi hobi sebagian masyarakat di kota-kota besar. Selain mencari keringat, pemandangan kota juga menghadirkan kesenangan tersendiri. Meski begitu, lari di pinggir jalan bukan tanpa risiko.

Diketahui, beberapa jalan di beberapa area belum memiliki fasilitas yang ideal bagi pejalan kaki atau pelari. Risiko keselamatan pun dipertaruhkan karena Anda akan berhadapan dengan lalu lalang kendaraan .Di samping risiko keselamatan, joging di pinggir jalan raya juga berdampak pada kesehatan.Kalau larinya di jam sibuk sudah pasti ada risiko paparan polutan udara terhirup,” kata dr. Astrid.

Beberapa polutan, salah satunya karbon monoksida, jika terhirup akan menjadi faktor risiko timbulnya radang pada paru-paru dan memicu asma.Selain itu, paparan polusi udara di jalan raya yang tinggi juga bisa meningkatkan risiko berbagai penyakit, seperti serangan jantung.“Apalagi saat berolahraga seperti joging, kita menghirup udara lebih banyak dan lebih cepat dibandingkan saat berjalan,” dia menjelaskan.

Menurut data real time IQAir, ada lima kota dengan tingkat polusi paling tinggi di Indonesia, yakni Medan, Balaipungut, Jakarta, Pekanbaru, dan Bandung.Oleh karena itu, ketika joging di kota tersebut, Anda perlu menimbang waktu yang tepat. Sebab, kadar polusi berubah setiap waktu.Sebagai contoh, dalam riset yang diberitakan Tempo, waktu terbaik untuk joging di Ibu Kota adalah pukul 13.00 hingga 15.00 WIB. Pada saat itu, kadar polusi tidak terlalu tinggi sehingga kualitas udaranya diyakini paling baik.

 

Leave a reply "Joging di Pinggir Jalan Raya, Ketahui Dampaknya bagi Kesehatan"

Author: 
author